Bola Ganjil: 2 Wajah Mutiara Brasil, Heleno de Freitas

Simak kisah Heleno de Freitas, legenda sepak bola Brasil yang rusak karena alkohol, judi, dan perempuan.

Diperbarui 29 Juli 2020, 15:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tanpanya, Brasil harus mengakui keunggulan Uruguay 1-2 di partai pamungkas. Tragedi Maracanazo tercipta. Apakah Selecao merasakan nasib berbeda jika Heleno dalam performa terbaik? Tidak ada yang tahu jawaban pasti.

Merumput di Maracana

Merasa terasing, Heleno masih memiliki mimpi tersisa yakni tampil di Maracana, ketika itu baru dibangun untuk Piala Dunia 1950. Dia pun kembali ke Brasil dan memperkuat America.

Setidaknya harapannya kali ini terwujud meski tercoreng noda. Heleno diusir wasit meski baru bermain 25 menit karena menghina rekan setim. Itu adalah penampilan satu-satunya Heleno di stadion kebanggaan Negeri Samba tersebut.

Depresi saat Brasil Juara Piala Dunia

Heleno akhirnya pensiun. Dia menjalani sisa hidup dalam depresi dan beberapa kali mencoba bunuh diri.

Kesuksesan Brasil merebut gelar pertama Piala Dunia pada 1958, mengandalkan pemuda berusia 17 tahun bernama Pele, juga tidak membuatnya bahagia. Melihat prestasi itu di sebuah fasilitas kesehatan, Heleno justru memakan potongan koran yang menceritakan kesuksesannya di lapangan.

Para suster memajang berita tersebut untuk mengembalikan semangatnya. Nyatanya capaian Pele menambah kesedihan karena Heleno bermimpi dirinyalah yang berada di posisi tersebut.

Kesehatan Heleno terus memburuk akibat demensia. Dia meninggal dunia setahun kemudian.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan