Sukses

Rumah Kemalingan, Franck Ribery Ragu Lanjutkan Karier di Liga Italia

Liputan6.com, Jakarta Frank Ribery baru saja kemalingan. Meski tidak sampai mencelakai keluarganya, pemain asal Prancis tersebut mulai menunjukkan sinyal tidak betah terus berkarier di Negeri Piza, Italia.

Sejak meninggalkan Bayern Munchen tahun lalu, Franck Ribery memutuskan bergabung dengan Fiorentina yang berlaga di Serie A, Italia. Selama ini, Ribery tidak pernah mengeluh meski tim yang dibelanya tidak segemerlap Munchen.

Namun Senin kemarin, Franck Ribery mulai mempertanyakan kelanjutan kariernya usai mendapati kediamannya dibobol maling. Ribery menunjukkan kondisi rumahnya sepulang dari lawatan ke Parma.

Barang-barang di sejumlah ruangan tampak berantakan. Perhiasan dan sejumlah tas milik istrinya raib digondol maling.  Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena kebetulan istri dan anaknya tengah berada di Munchen, Ribery sangat kesal atas insiden ini.

"Saya pulang ke rumah, rumah di Italia di mana saya memutuskan untuk melanjutkan karierku setelah tahun-tahun yang luar biasa bersama Bayern Munchen, inilah yang saya dapatkan," tulis Ribery di Twitter sembari menunjukkan kondisi rumah yang berantakan.

 

2 dari 3 halaman

Seperti Ditelanjangi

Sejak bergabung dengan Fiorentina, Ribery tinggal di salah satu perbukitan di kota Florence. Kejadian ini sangat memukul Ribery dan tidak ingin hal yang sama menimpa keluarganya di kemudian hari. 

"Kaget, rasanya seperti ditelanjangi, seperti celanamu baru dipelorotin, dan bukan ini yang saya harapkan," kata Ribery lewat Twitter. "Syukurlah, istri dan anakku selamat di Munich, tapi bagaimana Anda bisa yakin hari-hari ke depan? Bagaimana saya merasa aman di sini setelah hari ini?" kata Ribery.

 

3 dari 3 halaman

Utamakan Keselamatan Keluarga

Meski sudah berusia 37 tahun, Ribery masih bergairah untuk tetap bermain sepak bola. Meski demikian, bukan berarti dia rela mengorbankan keselamatan keluarganya demi kesenangan itu.  

"Saya tidak mengejar uang, tapi berusaha mengejar bola karena itu adalah passion-ku," katanya. 

"Hanya saja passion atau bukan, keluarga lebih penting untukku dan saya akan mengambil langkah berdasarkan keselamatan kami," beber pemain dengan luka codet di bagian wajah tersebut.