Hati Mathias Muchus Tergetar Saat Berakting dengan Anak Disabilitas di Film Istimewa

Mathias Muchus mengakui bahwa pandangannya terhadap penyandang disabilitas berubah setelah menjalani proses syuting film Istimewa.

Diterbitkan 25 Juli 2026, 12:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mathias Muchus berperan di film "Istimewa", merasakan pengalaman emosional mendalam.
  • Pengalaman syuting mengubah pandangannya, menyebut penyandang disabilitas "istimewa".
  • Film ini bertujuan menumbuhkan empati dan menunjukkan potensi anak disabilitas.

Liputan6.com, Jakarta - Aktor senior Mathias Muchus kembali menyapa penonton lewat film terbaru produksi Kairos Pictures berjudul Istimewa. Di film tersebut, Mathias memerankan Pak Mahendra, seorang ayah yang memiliki anak-anak penyandang disabilitas.

Mathias Muchus mengaku merasakan pengalaman yang sangat mendalam sejak pertama kali menerima tawaran untuk terlibat dalam proyek tersebut. Menurutnya, proses produksi film Istimewa menyentuh sisi kemanusiaannya secara emosional.

"Project ini saya mulai dengan satu nuansa emosional. Ini jarang saya temui, kita mulai dari sesuatu yang sangat emosional. Jadi saya sebagai aktor, awal yang disentuh itu adalah dalamnya kita sebagai manusia, itu yang buat saya berkesan," kata Mathias Muchus saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Mathias Muchus mengakui bahwa pandangannya terhadap penyandang disabilitas berubah setelah menjalani proses syuting dan menghabiskan waktu bersama para pemain anak berkebutuhan khusus. Ia menilai sebutan "istimewa" sangat tepat disematkan kepada mereka.

"Tapi setelah kita tahu bahwa anak-anak ini, yang tadinya kita sebut berkekurangan, setelah satu bulan saya bersama mereka, ternyata memang tepat kalau mereka itu disebut istimewa," ujarnya.

 

Potensi Besar Pemain Disabilitas

Mathias Muchus mengaku kagum melihat potensi besar yang dimiliki para pemain disabilitas. Menurutnya, mereka memiliki kemampuan yang sama dengan siapa pun jika diberikan kesempatan yang setara.

"Mereka manusia yang punya potensi yang sama dengan kita yang kita anggap lebih normal. Tapi sama, kok bisa? Jadi istilah istimewa itu nggak salah diberikan oleh produser kami," ungkapnya.

Cara Mathias Muchus Bangun Kedekatan dengan Pemain Anak

Untuk membangun kedekatan emosional dengan para pemain anak, Mathias melakukan berbagai pendekatan di luar lokasi syuting. Ia bahkan mengajak mereka beraktivitas di ruang publik agar tercipta ikatan yang lebih natural.

"Saya pernah ajak mereka jalan ke tempat umum. Saya ajak mereka menyeberang jalan dan nongkrong di trotoar, biar mereka juga menyatu dengan yang lainnya. Itu cara pendekatan saya ke mereka," jelasnya.

Bagi Mathias, Istimewa bukan sekadar film hiburan, tetapi juga medium untuk menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama. "Film ini bisa membongkar hati kita yang paling dalam sebagai manusia untuk melihat, setidaknya merasa, menumbuhkan empati terhadap sesama manusia," tuturnya.

Misi Kemanusiaan di Balik Film Istimewa

Sementara itu, produser sekaligus penggagas film, Abdulla Mansuri, mengaku memiliki misi kemanusiaan di balik produksi Istimewa. Ia ingin membuktikan bahwa anak-anak disabilitas mampu berkarya dan menunjukkan potensinya jika diberikan ruang yang tepat.

"Saya memberanikan diri membuat film yang kata orang tidak akan laku di bioskop. Tidak masalah, tapi saya mau menunjukkan kalau mereka (anak-anak disabilitas), kalau diberikan kesempatan, mereka bisa," kata Abdulla Mansuri.

Film Istimewa mengangkat kisah perjuangan seorang ayah melindungi dan memperjuangkan masa depan anak-anak disabilitas. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 September 2026 dan turut dibintangi Ajil Ditto, Agus Kuncoro, Yanni Melwani, serta Ricky Komo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Pengalaman Nyata Penyandang Disabilitas di Film Langit Tetap Sama, Termasuk soal Daging Kurban

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan