PSSI Tak Akan Hukum Klub Liga 1 yang Tolak Lanjutkan Kompetisi

Terdapat empat klub Shopee Liga 1 2020 yang tidak setuju dengan rencana PSSI melanjutkan kompetisi tahun ini.

Diterbitkan 06 Juli 2020, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Rencana PSSI untuk kembali memutar Shopee Liga 1 2020 tidak berjalan mulus. Sejumlah klub menyatakan  keengganan untuk bertanding di tengah pandemi virus corona.

PSSI akan melanjutkan Shopee Liga 1 2020 pada Oktober mendatang, di mana kompetisi dimulai kembali dari pekan keempat. Demi menyesuaikan kondisi sistem degradasi dihapuskan.

Setelah PSSI memutuskan untuk meneruskan Shopee Liga 1, satu per satu klub bersikap kontradiktif. Mulai dari Persebaya Surabaya yang terang-terangan menolak berkompetisi.

Langkah Persebaya itu lalu diikuti Barito Putera, Persik Kediri, dan Persita Tangerang. Total, ada empat tim yang tidak sepakat dengan kebijakan PSSI.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menjamin tidak akan menghukum empat klub yang bertentangan itu. "Belum ada pembicaraan sampai ke sana. Kami akan mendiskusikannya nanti," ujar Mochamad Iriawan.

"Tidak ada sanksi. Degradasi saja tidak ada, apalagi sanksi," kata pria yang karib dipanggil Iwan Bule tersebut.

Pendekatan dari Hati ke Hati

Untuk membujuk keempat klub tersebut, Iwan Bule akan melancarkan pendekatan dari hati ke hati. PSSI tidak mau menggunakan istilah kasar demi menghormati sikap para peserta.

"Klub bukan akan dipanggil, tapi akan kami ajak berdiskusi. Pelan-pelan, masih ada tiga bulan lagi. Kami akan berkomunikasi agar nanti bisa satu persepsi," tutur Iwan Bule.

"Dari 18 klub, ada beberapa klub yang tidak setuju. Nanti akan kami diskusikan. Yang jelas, tidak masalah yang namanya perbedaan pendapat. Wajar," ucapnya mengakhiri.

Disadur dari Bola.com (Muhammad Adiyaksa/Benediktus Gerendo P., published 5/7/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Spanyol vs Argentina Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming Final Piala Dunia 2026

Muhammad Adi Yaksa, Windi Wicaksono, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan