5 Gugatan Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia dan PSSI

Shin Tae-yong dipercaya menukangi Timnas Indonesia, baik senior maupun U-19, serta dipercaya sebagai manajer pelatih semua level umur.

Diterbitkan 20 Juni 2020, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Awalnya Shin Tae-yong terlihat antusias melanjutkan karier sebagai manajer pelatih Timnas Indonesia. Namun, konsentrasi sosok asal Korea Selatan itu belakangan terganggu hal-hal lain.

PSSI merangkul Shin Tae-yong pada Desember 2020. Dia dipercaya menukangi Timnas Indonesia, baik senior maupun U-19, serta dipercaya sebagai manajer pelatih semua level umur.

Target yang dibebani kepada Shin Tae-yong tak main-main. Untuk Timnas Indonesia, PSSI meminta Shin Tae-yong bisa memberikan gelar Piala AFF 2020.

Adapun untuk Timnas Indonesia U-19, target yang diberikan tak kalah berat. Timnas Indonesia U-19 minimal bisa finis empat besar di Piala AFC U-19 2020 dan melangkah jauh di Piala Dunia U-20 2021.

Event terakhir menjadi yang paling diprioritaskan. Maklum, Indonesia sebagai tuan rumah tak hanya ingin sukses secara penyelenggaraan, melainkan juga secara pencapaian.

Shin Tae-yong menyanggupi tantangan yang diberikan PSSI. Sejumlah program perencanaan dibuat untuk Timnas Indonesia senior dan Timnas U-19. Contohnya adalah pemusatan latihan secara periodik, bahkan hingga ke luar negeri.

Namun, belakangan hal itu hanyalah cerita manis. PSSI yang semula menyanggupi program Shin Tae-yong, belakangan seakan angkat tangan.

Hal ini yang membuat Shin Tae-yong kerap mengeluarkan sejumlah kritik kepada PSSI maupun Timnas Indonesia. Bola.com merangkum lima kritik Shin Tae-yong mulai dari kondisi pemain Timnas Indonesia hingga kebijakan PSSI.

Lapangan Buruk

Shin Tae-yong langsung mengkritik kondisi lapangan stadion yang ada di Indonesia saat bertugas pertama kali bersama Timnas Indonesia U-19. Ketika itu, Shin Tae-yong melakukan pemusatan latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang pada awal Januari 2020.

Shin Tae-yong menilai, kondisi lapangan di Stadion Wibawa Mukti tidak bagus. Permukaan lapangan yang tidak rata rentan membuat pemain cedera.

"Lapangannya kurang bagus karena bisa membuat pemain cedera. Saya melihat lapangan dari luar dan terlihat bagus, namun setelah memasukinya agak sedikit kurang bagus. Jadi, pemain harus berhati-hati selama latihan di sini," ujar pelatih berusia 51 tahun itu.

Kondisi Fisik

Pada pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Thailand, Shin Tae-yong mengkritik kualitas fisik yang dimiliki pemainnya. Pelatih asal Korea Selatan itu menyebut pemain Indonesia mudah lelah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Secara fisik, pemain Indonesia kelelahan setelah hanya 20 menit bermain. Maka dari itu, selama TC di Thailand kami berkonsentrasi terhadap peningkatan fisik para pemain," ucap Shin Tae-yong. Tak hanya Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong juga mengkritik kualitas fisik pemain senior. Bahkan, Shin Tae-yong menyebut fisik pemain Timnas Indonesia senior lebih buruk dari juniornya. "Jika dibandingkan dengan Timnas Indonesia U-19, kondisi fisik para pemain senior Indonesia jauh di bawah," tegas Shin Tae-yong.

Halaman
Show All
Zulfirdaus Harahap, Harley Ikhsan, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan