Jejak Timnas Indonesia Bersama Indra Sjafri, Simak Prestasinya

Indra Sjafri menjadi pelatih yang sukses meraih gelar juara Piala AFF bersama Timnas Indonesia U-19 dan U-22. Simak perjalanan lengkapnya.

Diterbitkan 17 Mei 2020, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Indra Sjafri bak oase di tengah minimnya prestasi yang diraih Timnas Indonesia di dua dekade terakhir. Pelatih asal Pasaman ini hadir dan memberi prestasi untuk Timnas Indonesia  kelompok umur.

Dalam satu dekade terakhir, Indra SJafri membawa dua tim berbeda meraih gelar juara, yaitu Timnas Indonesia U-19 pada 2013 dan Timnas Indonesia U-22 pada 2019.

Indra Sjafri membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013. Keberhasilan pelatih asal Sumatra Barat itu tak hanya membawa euforia dan penghibur lara setelah sekian lama Timnas Indonesia tak pernah juara di level internasional, tapi juga menjadi penghibur pada momen-momen gelap dualisme kompetisi sepak bola di Indonesia.

Seakan tidak terbawa dalam carut-marut urusan politik di tubuh PSSI yang berdampak terhadap munculnya dualisme kompetisi sepak bola profesional, Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri terus menatap ke depan. Hasilnya adalah gelar juara Piala AFF yang mereka raih di Sidoarjo, Jawa Timur.

Tim asuhan Indra Sjafri itu terdiri dari anak-anak muda yang kini tampil di level tertinggi sepak bola Indonesia. Sebut saja nama Evan Dimas Darmono yang kini menjadi andalan di lini tengah Timnas Indonesia dan Persija Jakarta.

Selain itu, Timnas Indonesia U-19 juga diperkuat Hansamu Yama Pranata, Muhammad Hargianto, Ilham Udin Armaiyn, Putu Gede Juni Antara, dan Zulfiandi. Mereka adalah para pemain yang kini menjadi andalan klubnya masing-masing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Perjalanan Timnas Indonesia U-19 Menjadi Juara

Timnas Indonesia U-19 bergabung bersama Vietnam, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Brunei Darussalam di Grup B Piala AFF U-19 2013. Brunei menjadi korban pertama kehebatan tim asuhan Indra Sjafri yang menang telak 5-0, di mana Ilham Udin dan Muchlis Hadi masing-masing mencetak dua gol dalam laga itu.

Dalam laga kedua, tim yang dijuluki Garuda Nusantara itu kemudian menang tipis 2-1 atas Myanmar. Evan Dimas dan Putu Gede membawa tim asuhan Indra Sjafri unggul dua gol lebih dulu dalam tersebut dalam waktu 16 menit sejak pertandingan dimulai.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sayangnya di pertandingan ketiga, Timnas Indonesia U-19 harus mengakui keunggulan Vietnam yang pada akhirnya meraih angka sempurna di fase grup dan kembali menjadi lawan di laga final. Pada pertemuan di fase grup itu, Timnas Indonesia U-19 kalah 1-2, di mana Evan Dimas menjadi pencetak gol pada menit pertama dalam pertandingan itu. Evan Dimas memang benar-benar menjadi bintang pada kala itu. Tidak hanya menjadi kapten dan pengatur irama permainan, Evan Dimas mampu mencetak hattrick saat menghadapi Thailand di laga keempat dan membantu Tim Garuda Nusantara menang 3-1 dalam laga itu. Dalam laga terakhir fase grup, di mana Vietnam sudah menyegel satu tiket ke semifinal, Timnas Indonesia masih berebut tempat dengan Malaysia yang menjadi lawan terakhir. Malaysia terpaut dua poin di belakang Evan Dimas dkk. dan butuh kemenangan untuk lolos ke semifinal. Tim Garuda Nusantara pun harus tersedak ketika Malaysia mampu unggul lebih dulu dalam 20 menit pertandingan. Malaysia berhasil menancapkan peluang untuk ke semifinal. Beruntung gol penyeimbang kedudukan bisa dicetak oleh Ilham Udin Armaiyn pada menit ke-53 dan Indra Sjafri bisa melihat tim asuhannya melangkah ke empat besar.

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan