Mengenang Perjalanan Persib Bandung Juara Edisi Pertama Liga Indonesia

Persib Bandung sudah dua kali menjadi juara Indonesia.

Diterbitkan 16 Mei 2020, 07:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, Persib perlahan menjadi tim yang makin tangguh. Persib pun lolos ke babak 8 besar bersama Pelita Jaya, Bandung Raya, dan Medan Jaya (wilayah barat). Sedangkan tim yang lolos di wilayah timur adalah Petrokimia Putra Gresik, Pupuk Kaltim Bontang, Assyabaab Salim Grup Surabaya (ASGS), dan Barito Putra Banjarmasin.

Dari delapan finalis, Persib merupakan satu-satunya tim eks perserikatan. Pada babak 8 Besar, Persib bergabung di Grup B bersama Medan Jaya (peringkat keempat Wilayah Barat), Petrokimia Putra (juara Wilayah Timur) dan ASGS (peringkat ketiga Wilayah Timur).

Dramatis

Persib Bandung pun juara grup B dan harus berhadapan dengan Barito Putra, runner-up Grup A di babak semifinal, 28 Juli 1995. Dalam pertandingan yang berlangsung alot ini, Persib akhirnya bisa mematahkan perlawanan keras Barito Putra lewat gol tunggal Kekey Zakaria pada menit 80.

Persib maju ke partai puncak untuk bertemu kembali dengan Petrokimia Putra yang pada partai semifinal lainnya mengalahkan Pupuk Kaltim 1-0 lewat gol Widodo Cahyono Putro.

Pada partai final, Thohir menurunkan skuat terbaiknya. Persib akhirnya mencetak sejarah dengan menjuarai Liga Indonesia pertama setelah Sutiono Lamso menjebol gawang Petrokimia Putra pada menit 76.

Bagi Sutiono, golnya di partai final LI I 1994-1995 ini melengkapi 21 gol yang dicetaknya pada musim itu, sekaligus mampu mempertahan rekor hingga beberapa musim.

Skuat yang diturunkan Persib pada partai final LI I 1994-1995 yakni Anwar Sanusi (kiper), Mulyana, Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Yudi Guntara, Asep Kustiana, Yusuf Bachtiar, Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso.

 

Cerita Klenik yang Menyertai

Cerita menarik sekaligus aneh sempat terjadi kala Persib menghadapi Barito Putera di babak semifinal. Kala itu Persib tampil dominan dan membombardir pertahanan Barito Putera di sepanjang pertandingan babak pertama.

Meski mendapatkan banyak peluang, Persib berulangkali gagal mencetak gol, meski peluang yang tercipta sudah benar-benar terbuka. Hampir seluruh pemain Persib yang berlaga heran dan menjelang frustasi, lantaran tak bisa membobol gawang Barito yang dijaga kiper berkepala plontos, Abdillah.

Dalam dunia sepak bola, kejadian aneh macam ini kadang terjadi. Pemain tim yang gagal mencetak gol kadang melakukan hal seperti menggoyang-goyang jaring gawang atau bahkan membuang ludah di dalam gawang lawan.

Beberapa pemain Persib pun sempat melakukan aksi tersebut. Hingga pada pertengahan babak kedua, Sutiono, kemudian menemukan sebutir telur di dekat gawang Abdillah. Sutiono lalu memecahkan telur tersebut. Abdillah yang melihat aksi Sutiono itu pun sempat marah-marah.

Tak lama setelah Sutiono memecahkan tersebut, Persib mencetak gol. Adalah Kekey Zakaria yang memecahkan kebuntuan setelah Sutiono memecahkan telur di gawang Abdillah.

Gol Kekey tersebut akhirnya menjadi satu-satunya gol pada laga itu dan mengantar Persib melaju ke final. Hingga kini, kisah telur di gawang Barito Putera tersebut tetap menjadi menjadi bumbu klenik yang menghiasi perjalanan Persib dalam usaha meraih gelar juara Liga Indonesia 1994/1995.

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Gregah Nurikhsani/Editor: Gregah Nurikhsani, published 15/5/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gregah Nurikhsani, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan