Baru Dua Kali Latihan, Bek Barcelona Langsung Cedera

Bek Barcelona langsung dibebat masalah cedera di engkel kanan usai ikut latihan dua kali bersama tim.

Diterbitkan 10 Mei 2020, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Barcelona- Bek Barcelona, Samuel Umtiti kembali mengalami nasib nahas. Baru dua kali ikut latihan usai jeda kompetisi, bek asal Prancis itu langsung kena cedera.

Seperti dilansir Marca, Umtiti menjadi pemain yang paling rentan cedera di Barcelona. Sejak gabung 2016, dia sudah absen sebanyak 58 kali karena berbagai alasan.

Umtiti paling sering mendapatkan cedera di lutut. Ini mengganggu penampilannya dalam membela Barcelona dan Timnas Prancis.

Barcelona melaporkan kalau Umtiti mendapatkan cedera di betis kanan. Los Azulgrana masih menanti progres dari kondisi tubuhnya.

Musim depan, Umtiti menjadi salah satu pemain yang masuk daftar jual Barcelona. Cedera jadi penyebab dia dilepas.

 

Minim Kontribusi

Musim ini, Umtiti sangat minim kontribusi. Bagaimana tidak, dia hanya main sebanyak 16 laga saja.

Barcelona merencanakan Umtiti sebagai bahan barter pemain. Namun dia juga bisa dijual dengan biaya transfer.

Untuk mencegah terjadinya pemain cedera, pelatih Barcelona meliburkan pemain di hari Minggu ini.

 

Ousmane Dembele Mulai Berlatih

Di sisi lain, Barcelona mendapatkan kabar baik. Ousmane Dembele yang nyaris absen sepanjang musim dikabarkan sudah pulih dari cedera.

Dia diharapkan gabung latihan pada Senin. Sebelumnya winger asal Prancis itu harus jalani tes virus corona.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jadwal Musim NBA 2026-2027 Tertunda, Menanti Keputusan Krusial LeBron James

Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Liga Spanyol
  • virus corona