Daftar Kepindahan Pemain yang Kontroversial di Shopee Liga 1 2020

Pindah ke klub yang memiliki rivalitas tinggi membuat pemain-pemain ini sempat mendapatkan teror dari suporter. Siapa saja?

Diterbitkan 05 Mei 2020, 18:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menanggapi kritikan itu, Andik menegaskan tak masalah. Bahkan, Andik juga mengaku jika dirinya merupakan korban dari dualisme Persebaya yang terjadi pada 2010-2017 itu.

"Saya dulu bilang jika Persebaya membutuhkan, saya tidak akan pindah dari Persebaya. Saya tidak mengapa tak disebut legenda. Saya juga korban dualisme," kata Andik ketika itu.

Andik juga meminta agar suporter lebih dewasa. Jika hal semacam ini berkelanjutan, maka akan ada banyak pemain muda Persebaya yang takut untuk bermain di klub lain.

"Sampai kapan kita seperti ini terus? Kasihan juga buat bibit-bibit Surabaya yang ingin bermain di klub lain atau mencari nafkah di klub lain. Selalu dihantui dengan rival," tegas Andik.

Evan Dimas

Sama dengan Andik Vermansah, kepindahan Evan Dimas ke Persija Jakarta pada awal 2020 juga menuai kritikan. Bahkan, rumah orang tua Evan di Surabaya sempat mendapatkan teror dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Rumah orang tua Evan dipasangi spanduk bertuliskan "Sepak bola bukan sekedar nilai rupiah". Hal ini diyakini sebagai bentuk kekecewaan suporter Persebaya terhadap kepindahan Evan ke Persija.

Maklum, sebagai orang yang lahir dan besar di Surabaya, Evan dianggap sebagai pengkhianat. Hal itu terjadi karena bergabung dengan Persija yang notabene merupakan rival dari Persebaya.

"Saya mau menyikapi semuanya dengan biasa saja," ucap Evan Dimas ketika itu.

Makan Konate

Kepindahan yang tak kalah kontroversial juga dilakukan Makan Konate pada 2020. Pemain asal Mali itu secara mengejutkan memilih hengkang ke Persebaya Surabaya.

Bukan rahasia lagi jika Persebaya merupakan rival Arema FC, klub Makan Konate sebelumnya. Kepindahan ini pun sempat menyulutkan bara kekecewaan suporter klub berjuluk Singo Edan itu.

Meski demikian, Makan Konate santai menanggapi suara kekecewaan dari suporter Arema. Menurut dia, pindah klub dalam sepak bola bukan hal yang aneh, melainkan lumrah.

"Saya pesepak bola profesional. Saya suka Indonesia, bukan hanya satu tim saja. Saya keluar dari Arema ke Persebaya juga bukan karena rivalitas. Di luar dari itu, saya pemain profesional," tegas Makan Konate.

Disadur dari Bola.com (Zulfirdaus Harahap / Rizki Hidayat)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Zulfirdaus Harahap, Jonathan Pandapotan Purba, Rizki HidayatTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan