Sukses

3 Resep Masakan Khas Yogyakarta yang Pas untuk Puasa

Jakarta Makanan khas Yogyakarta bisa dijadikan pilihan saat akan berbuka puasa. Makanan yang sarat dengan rasa manis di Yogyakarta bisa menambah sensasi bagi Anda.

Walaupun termasuk masakan tradisional namun, beberapa makanan tersebut masih eksis hingga kini bahkan menjadi ikon bagi Yogyakarta. Masyarakat di Yogyakarta juga justru lebih suka berbuka puasa dengan masakan khasnya. Beberapa dari mereka membelinya di rumah makan terdekat, beberapa lainnya memilih untuk memasak di rumah.

Ada alasan tersendiri memang mengapa masyarakat di Yogyakarta menyukai makanan manis. Hal ini berhubungan dengan sejarah pada masa lalu, mereka pernah mengalami masa paceklik dan yang tersisa hanya tebu. Maka dari itu, mereka terbiasa dengan makanan manis.

Namun, kamu tidak perlu khawatir untuk menjadikan masakan khas Yogyakarta sebagai menu berbuka puasa karena rasanya yang manis karena rasa manisnya tidak berlebihan. Masakannya juga bisa kamu sandingkan dengan nasi dan rasanya tetap nikmat. Jika kamu kurang menyukai makanan manis, kamu bisa memilih masakan khas yang lainnya yang lebih asin dan gurih untuk berbuka puasa.

Nah, buat kamu yang sudah mulai penasaran apa saja resepnya, simak pada artikel berikut. Fimela.com akan membagikan 3 resep menu masakan khas Yogyakarta untuk berbuka puasa. Cek semua resepnya berikut ini.

2 dari 4 halaman

Gudeg

Bahan-bahan:

  • 1/2 kg Nangka Muda
  • 4 bh Telur Ayam Rebus
  • 1 ktg Teh Celup (seduh)
  • 1 bh Gula Merah
  • 2 Bungkus Santan Kara
  • Bahan bumbu pelengkap:
  • 2 Batang Serai (memarkan)
  • 2 Ruas Lengkuas (memarkan)
  • 2 Lembar Daun Jeruk
  • 8 Lembar Daun Salam

Bahan bumbu halus:

  • 5 Buah cabai rawit
  • 8 Buah Bawang Merah
  • 4 Buah Bawang Putih
  • 4 Buah Kemiri
  • 1 sdm Ketumbar
  • Garam Secukupnya
  • Gula Secukupnya
  • Penyedap Rasa Secukupnya
  • Air Secukupnya

Cara Membuat Gudeg:

  • Cuci bersih nangka, rebus 10 menit (untuk menghilangkan getahnya), sisihkan
  • Masukan bumbu pelengkap, bumbu halus, gula merah, dan nangka yang sudah di rebus.
  • Masukan air seduhan teh, dan air biasa (masak hingga mendidih)
  • Kemudian masukan santan kara, aduk hingga rata.
  • Beri secukupnya Gula Garam dan Sasa
  • Aduk, kemudian tes rasa
  • Masukan telur 1 jam sebelumnya
  • Gudeg siap disajikan.
3 dari 4 halaman

Sate Klatak

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging kambing muda
  • 3 lembar daun pepaya
  • Bumbu yang Dihaluskan
  • 1 buah bawang bombay
  • 3 butir kemiri
  • 7 siung bawang putih
  • 1 ruas jahe
  • 2 ruas lengkuas
  • 1 sdm ketumbar
  • 5 sdm air asam jawa
  • 1/2 blok gula merah
  • garam dan gula secukupnya

Cara Membuat Sate Klatak:

  • Rebus sebentar daging dan lemak sapi, potong kotak-kotak.
  • Bungkus daging dengan daun pepaya, diamkan selama 30 menit agar daging empuk.
  • Tumis bumbu halus sampai harum.
  • Keluarkan daging dari daun pepaya, lumuri daging dengan bumbu halus, tambahkan kecap manis secukupnya. Diamkan selama satu jam.
  • Susun daging selang-seling dengan lemak sapi menggunakan tusukan sate.
  • Bakar sate sampai matang.
4 dari 4 halaman

Krecek Bumbu Kecap

Bahan-bahan:

  • 500 gram krecek
  • Minyak goreng (secukupnya, untuk menumis)
  • Kecap manis (secukupnya)
  • 1 batang daun seledri
  • 1 batang daun bawang
  • 3 buah cabai hijau besar (potong serong)
  • 3 buah cabai merah besar (potong serong)
  • 2 cm lengkuas (memarkan)
  • 2 cm jahe (memarkan)
  • 1 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun salam
  • Bahan bumbu halus:
  • 4 siung bawang putih
  • 7 siung bawang merah
  • 5 buah cabai rawit
  • Garam
  • Gula
  • Kaldu sapi bubuk (secukupnya)

Cara Membuat Krecek Bumbu Kecap:

  • Siapkan semua bahan.
  • Tumis bumbu halus hingga harum.
  • Tambahkan jahe, lengkuas, daun jeruk dan dalam salam ke dalam bumbu.
  • Tambahkan cabai merah dan hijau yang telah diiris serong, aduk rata.
  • Masukkan krecek ke dalam bumbu, aduk rata.
  • Tambahkan daun bawang, daun seledri dan kecap manis secukupnya. Aduk rata, masak hingga semua bahan matang.
  • Koreksi rasa, angkat krecek yang telah matang dan sajikan.

Disadur dari Fimela (Imela Rahma,published 2/5/2020)