Kutipan Bersejarah Para Pelatih Legendaris di Liga Spanyol

Jose Mourinho, Alfredo Di Stefano, Louis Van Gaal, sampai Diego Simeone punya komentar menarik pada setiap momen di Liga Spanyol.

Diterbitkan 27 April 2020, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Madrid - Perang urat saraf merupakan hal bisa di sepak bola. Tak hanya pemain, pelatih juga bisa menjadi sumber awal dari psywar tersebut. Pentas La Liga Spanyol menjadi satu di antara medium yang terbiasa dengan hal-hal berbau saling ejek atau sindiran tersebut.

Nama-nama besar yang pernah dan tengah meniti karier sebagai pelatih di panggung La Liga Spanyol punya ciri khas dalam berkomentar. Ucapan yang keluar dari mulut mereka punya ciri khas, yang terkadang sudah dihafal lawan ataupun kalangan jurnalis.

Sepanjang sejarah, La Liga Spanyol punya sederet pelatih dengan 'nuansa' komentar yang tergolong panas dan penuh kritik. Tak menjadi musuh, golongan ini justru terkadang membuat rasa rindu membuncah bagi para fan.

Berikut ini beberapa pelatih legendaris di La Liga Spanyol dan komentar menarik yang menjadi ciri khas :

 

Alfredo Di Stéfano dan Johan Cruyff

Alfredo Di Stéfano : “Un partido sin goles es como un domingo sin sol”

Legenda Real Madrid ini menyampaikan apa yang diinginkan dalam sebuah pertandingan: “Pertandingan tanpa gol adalah seperti akhir pekan tanpa cuaca yang cerah.”

Johan Cruyff : “La calidad sin resultados es inútil. Los resultados sin calidad aburren”

“Bermain bagus tanpa hasil itu sia-sia. Kemenangan tanpa permainan bagus itu membosankan.” kata-kata bijak dan filosofi bermain yang sangat sederhana dari Johan Cruyff. Tidak banyak orang yang berhasil merevolusi permainan sepak bola seperti pelatih Belanda ini, yang bermain untuk Barcelona di tahun 1970-an dan meramu “Dream Team” pada medio '90-an.

 

Luis Aragone dan Rafa Benitez

Luis Aragones : “Ganar, ganar y volver a ganar”

Pelatih yang berhasil membawa timnas Spanyol menjuarai Euro 2008 dan legenda Atlético de Madrid, Luis Aragonés, memberikan pandangannya terhadap permainan sepak bola: “Menang, menang, dan menang, lalu menang lagi. Kemudian menang, menang, menang, dan menang. Itulah sepak bola.”

strong>Rafa Benítez : “Pedí un sofá y me trajeron una lampara”

Mantan pelatih Valencia, Rafa Benítez, pernah meminta klubnya untuk mendatangkan seorang penyerang, tetapi direksi klub malah memberinya seorang pemain sayap, yakni Fabián Canobbio. Ia lalu protes dengan mengatakan “Saya meminta sebuah sofa, tapi mereka memberi saya sebuah lampu.”

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Nurfahmi Budi, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan