Kutipan Bersejarah Para Pelatih Legendaris di Liga Spanyol

Jose Mourinho, Alfredo Di Stefano, Louis Van Gaal, sampai Diego Simeone punya komentar menarik pada setiap momen di Liga Spanyol.

Diterbitkan 27 April 2020, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jose Mourinho dan Luis Enrique

Jose Mourinho : “Si no tienes perro para ir a cazar y tienes un gato vas con él”

Jose Mourinho, harus ‘pasrah’ ketika lini depannya hanya memiliki Gonzalo Higuaín dan Karim Benzema ketika melatih Real Madrid. Ia lalu mengeluarkan pernyataan khas. “Ketika Anda tidak memiliki anjing untuk berburu, tapi hanya memiliki kucing, Anda harus membawa kucing itu berburu," katanya.

Luis Enrique : “Me veo en los cromos vestido del Real Madrid y no me reconozco”

Pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique, membuat sebuah kontroversi pada 1996 ketika pindah dari Real Madrid ke Barcelona. Ia lalu menjadi legenda di Camp Nou, dan mengatakan lebih betah bermain di Barcelona dibanding di Madrid. “Ketika saya melihat diri saya mengenakan jersey putih di album stiker, saya tak mengenalinya," ucapnya.

 

Diego Simeone dan John Toshack

Diego Simeone : “Partido a Partido”

Respons pelatih yang dijuluki El Cholo ini ketika ditanya apakah tim Atlético Madrid akan menjuarai La Liga. Ia hanya memberikan senyum, terutama ketika meraih trofi pada 2013/14: “Kami menjalani pertandingan demi pertandingan.” Kalimat tersebut sekarang telah menjadi sebuah mantra di La Liga," sebutnya.

John Toshack : “El sábado ya pienso que tiene que volver a jugar los once mismos cabrones”

Mantan pelatih Real Madrid asal Wales, John Toshack, menjelaskan opininya setelah pertandingan tandang yang sangat buruk di Rayo Vallecano: “Pada hari Senin ia berpikir mengganti 10 pemain dalam tim. Pada hari Selasa, tujuh atau delapan pemain. Hari Kamis, empat pemain. Jumat, dua pemain, dan hari Sabtu kembali memainkan 11 pemain yang sama. "Sepertinya sepak bola adalah tergantung pada para pemainnya," tegasnya.

 

Louis Van Gaal dan Joaquin Caparros

Louis van Gaal : “Siempre negativo, nunca positivo”

Mantan Pelatih Barcelona, Louis van Gaal, pernah mengamuk kepada seorang jurnalis yang bertanya dan memberi kritikan dalam sebuah konferensi pers di awal karir sebagai pelatih Blaugrana di tahun 1999.

“Anda sangat buruk, selalu negatif, tak pernah positif," katanya. Ia mengatakan dengan aksen Belanda yang sangat kuat, yang membuat kata ‘positivo’ dan ‘negativo’ terdengar seperti ‘positifo’ dan ‘negatifo’. Sejak sesi konferensi pers itu, Van Gaal selalu dikenal dengan ‘selalu negatif’ selama melatih Barcelona.

Joaquín Caparrós : “Jugar tanto ante el Barcelona es ir tres veces al dentista”

Pelatih Levante ini tak menahan diri ketika timnya harus berhadapan dengan Lionel Messi dan Barcelona tiga kali di bulan Januari 2014, dalam ajang LaLiga dan Copa del Rey: “Untuk bermain melawan Barcelona sesering ini seperti harus pergi ke dokter gigi tiga kali," katanya.

Sumber: La Liga

Disadur dari Bola.com (Penulis / Editor Nurfahmi Budiarto, Published 27/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Nurfahmi Budi, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan