The Jakmania Bareng Program 10 Rumah Aman Produksi APD untuk Basmi Corona Covid-19

The Jakmania turut membantu produksi Alat Pelindung Diri (APD) yang kebutuhannya meningkat sejak pandemi Corona Covid-19.

Diperbarui 27 April 2020, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta The Jakmania, kelompok suporter Persija bersama program 10 Rumah Aman memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) untuk membantu masyarakat dalam perangi Virus Corona Covid-19. Mereka memfokuskan diri dalam membuat Hazmat (Hazardous Material) Suit.

Kegiatan ini sekaligus menjadi home industri yang bisa menjadi sumber penghasilan di tengah beratnya tekanan ekonomi sebagai impact negatif pandemi Covid-19. APD menjadi kebutuhan utama dalam penanganan pandemi Covid-19.

Secara umum, APD terdiri dari beberapa varian. Selain Hazmat, ada Masker, Sarung Tangan, Penutup Kepala, Pengaman Muka, hingga Sepatu Boot Antislip.

Untuk coverall, rata-rata dibuat dengan bahan baku nonwoven. Serat sintetis ini memiliki pori super kecil, yaitu 0,2 hingga 0,54 mikron. Harapannya virus tidak bisa menembusnya.

"Kami tergerak untuk ikut membuat APD secara mandiri. Bahan bakunya ada dan sesuai standard. Apa yang kami lakukan semoga bisa membantu upaya penanganan Covid-19. Terkait dengan APD, kami ini fokus kepada Hazmat Suit," kata Mantan Kabid Litbang (Penelitian dan Pengembangan) The Jakmania Fahru Rahman seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Hazmat Suit kerap digunakan dalam penanganan wabah penyakit menular skala besar. Selain Covid-19, Hazmat Suit juga digunakan dalam penanganan wabah Ebola, SARS, MERS, hingga Flu Burung.

Desainnya memang dirancang khusus agar tahan terhadap zat berbahaya, termasuk bahan kimia, biologi, dan virus. Bahan utama Hazmat Suit diantaranya Spunbond, Polietilena, hingga Meltblown.

"Untuk produk kami dikembangkan dari Spunbond. Produksinya cukup besar dalam beberapa pekan terakhir. Proses pembuatannya relatif rumit karena butuh ketelitian tinggi. Ada beberapa varian yang kami tawarkan. Selain Hazmat Suit, kami juga siap memproduksi masker kalau dibutuhkan," katanya.

 

Gotong Royong

Dikerjakan secara bergotong royong, industri rumahan ini sudah memproduksi sekitar 2.000 Hazmat Suit. Durasinya hanya 3 pekan. Untuk kapasitas produksinya bisa mencapai 3.000 hingga 4.000 Hamzat Suit per pekannya.

Ada beberapa varian yang ditawarkan, seperti grid 75 Gram. Harga per pax yang ditawarkan sekitar Rp75 Ribu. Selain 75 Gram, ada juga varian 65 Gram. Karena alasan teknis, mereka tidak memproduksi Hazmat Suit varian 50 Gram.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Kami produksi Hazmat Suit yang standard, yaitu 65 Gram hingga 75 Gram. Sebenarnya standardnya itu ada direntang 75 Gram sampai 100 Gram. Kalau 100 Gram bahan bakunya sulit, apalagi di tengah isu Covid-19 seperti ini. Adapun kalau 50 Gram itu terlalu tipis sehingga takutnya mudah sobek," ujar Fahru lagi. Saat ini, distribusi Hazmat Suit mereka mengalir ke relawan dan Puskesmas. Jumlah pesanannya cukup banyak dengan angka minimal 50 pax. Meski demikian, konsumen tetap dihadapkan pada regulasi ketat. Transaksi Hazmat Suit hanya dipakai untuk tujuan sosial kemanusiaan. Kalau untuk tujuan bisnis yang bersifat spekulasi dan ada indikasi mempermainkan APD tidak akan dilayani. Parameternya, diantaranya jumlah pax pesanannya besar dengan durasi waktu pendek. "Jumlah Hazmat Suit yang terjual lumayan. Transaksi terbesar kami mencapai 100 pax Hazmat Suit. Tapi, kami tetap selektif. Kami pasti tanya-tanya dahulu latar belakang pembelian alat ini. Kalau untuk disumbangkan, pasti dilayani. Tapi, kami langsung tolak kalau Hazmat Suit dibeli untuk ditimbun lalu dijual lagi. Cara menganalisnya mudah, seperti jumlah pesanan besar hingga 300 pax dan waktunya terburu-buru," katanya.

Halaman
Show All
Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan