Sukses

Eks Chelsea dan Liverpool Turun Tangan di Tengah Pandemi Virus Corona Covid-19

Liputan6.com, London - Eks Chelsea, John Terry tidak tinggal diam di tengah pandemi virus corona covid-19. Ia turun membantu sejumlah warga di sekitar tempat tinggalnya dengan mengantarkan makanan.

Terry tinggal di daerah Oxshott. Pria yang kini berprofesi sebagai asisten pelatih Aston Villa itu terlihat mengantar makanan ke salah satu rumah warga pada Selasa (7/4/2020) waktu setempat.

Pria berusia 39 tahun itu terlihat memakai sarung tangan karet berwarna biru, memakai kaos abu-abu serta celana hitam. Ia berada di depan pintu salah satu warga yang sedang menenteng makanan.

Pandemi virus corona memang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ada 1,3 juta lebih orang yang dinyatakan positif di seluruh dunia menurut data New York Times, Rabu (8/4/2020).

Dari jumlah itu, sebanyak 81.564 meninggal dunia. Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan pasien positif virus Corona terbanyak yakni 395.090 dengan jumlah kematian mencapai 12.786.

Italia menjadi negara dengan korban jiwa terbanyak yakni 17.127. Total, ada 135,586 orang dinyatakan positif di sana.

Di Britania Raya, ada 55.242 kasus positif virus corona dengan korban jiwa mencapai 6.159. Pemerintah Inggris pun telah menerapkan karantina di seluruh wilayahnya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Eks Liverpool Juga Ikut

Terry tidak sendiri menjadi relawan. Eks Liverpool, Jamie Redknapp juga terlihat turun tangan.

Kebetulan, ia juga tinggal di daerah Oxshott. Sama dengan Terry, Redknapp terlihat menenteng makanan berupa buah dan makanan kecil.

"Terry melakukan beberapa antaran dan Redknapp melakukannya untuk para anggota gereja yang kondisinya rentan," kata James Davis, inisiator gerakan tersebut.

3 dari 3 halaman

Dihentikan

Sementara itu, Liga Inggris dan liga lain di Eropa saat ini tengah dihentikan lantaran pandemi virus corona. Belum diketahui, kapan kompetisi musim 2019/20 akan bergulir lagi.

UEFA selaku pihak berwenang terus mencari cara agar musim ini bisa tuntas. Salah satunya adalah memilih opsi menggelar pertandingan tanpa penonton.