Fang Li, seorang profesor di Departemen Ilmu Hewan dan Biomedis di University of Minnesota mengatakan, "Secara umum, dengan mempelajari fitur struktural dari protein virus yang paling penting dalam membangun kontak dengan sel manusia, kita dapat merancang obat kemudian mencari virus tersebut dan memblokir aktivitas mereka - seperti mengacaukan radar mereka.”
Temuan Para Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1771156/original/052918600_1510743060-Peneliti-Laboratorium7.jpg)
Dengan mempelajari secara spesifik virus Covid-19 dan bagaimana ia melekat pada sel, para peneliti juga memperoleh beberapa wawasan tentang bagaimana virus itu dapat melompat dari hewan ke manusia.
Mereka menemukan bahwa virus corona pada kelelawar juga berikatan dengan reseptor ACE2. Beberapa mutasi bisa meningkatkan kemampuan virus kelelawar untuk menempel pada reseptor manusia yang memungkinkan lompatan ke manusia. Para peneliti juga menganalisis struktur protein lonjakan pangolin, yang bisa menjadi inang antara kelelawar dan manusia.
Mereka menemukan bahwa salah satu pangolin virus corona berpotensi mengikat reseptor manusia. Mendukung gagasan bahwa trenggiling adalah inang perantara virus. Tetapi hipotesis itu " perlu diverifikasi secara eksperimental," tulis mereka dalam penelitian tersebut.
Temuan ini dipublikasikan pada 30 Maret di jurnal Nature.
Waspada! Inilah Gejala yang Tidak Biasa pada Penderita Corona COVID-19
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3088599/original/065569300_1585542223-covid-19-4908690_1920.jpg)
Di tengah beredarnya berbagai informasi mengenai pandemi Corona Covid-19 di masyarakat, masih banyak sekali hal yang belum kita ketahui terkait virus ini. Termasuk cara mencegah dan gejalanya yang bisa bervariasi pada setiap orang.
Secara umum, gejala khas yang muncul pada penderita Covid-19 adalah batuk kering, demam, dan kesulitan bernapas. Bahkan sebagian orang tidak memiliki gejala sama sekali, meskipun sangat menular.
Dilansir dari Science Alert pada 1 April, ternyata ada beberapa gejala lain yang muncul pada penderita COVID-19. Berikut ini Dream akan merangkumkan informasinya untuk kamu.
Masalah Pencernaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2755895/original/091139800_1553055731-abdominal-pain-2821941_1920.jpg)
Masalah pencernaan seperti diare dan mual mungkin merupakan gejala umum yang sudah diperkirakan. Masalah pencernaan semakin sering dikaitkan dengan infeksi virus corona. Menurut laporan Business Insider, sekitar satu dari 10 pasien virus corona mengalami beberapa gejala gastrointestinal, termasuk diare dan mual.
Sebelumnya, studi di The Lancet melaporkan bahwa hanya 3 persen pasien Cina yang mengalami diare. Dan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat sekitar 5 persen pasien corona yang mengalami mual.
Saat ini, terdapat penelitian baru yang menunjukkan bahwa jumlahnya mungkin lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, dan hingga setengah dari pasien mungkin memiliki masalah pencernaan bersama dengan gejala pernapasan.
Biasanya, pasien juga ikut mengalami gejala umum lainnya seperti kesulitan bernafas, demam, atau batuk. Menurut penelitian, hanya sekitar 3 persen yang mengalami satu gejala pencernaan saja.
Merasa Letih dan Lesu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3089113/original/036527200_1585566208-9705.jpg)
Baru–baru ini, dalam sebuah laporan, sebuah panti jompo di Washington mengungkapkan fakta baru. Hampir sepertiga dari penghuninya dinyatakan positif terkena virus corona. Namun, setengahnya tidak memiliki gejala, dan beberapa pasien lain memiliki gejala yang tidak biasa seperti perasaan tidak nyaman, sakit, atau gelisah tanpa alasan.
Dalam beberapa kasus, COVID-19 dapat muncul sebagai malaise, disorientasi, atau kelelahan. Hal ini adalah salah satu gejala atipikal yang paling sering dilaporkan, dan sering dibarengi dengan tanda-tanda lain seperti batuk atau demam. Kelelahan, yang sering menyertai gejala lain, jarang dilaporkan karena tidak adanya gejala yang lebih umum.
Pandemi, karantina, dan jarak sosial juga dapat menyebabkan stres dan kecemasan tambahan.
“Faktor-faktor psikologis ini dapat menyebabkan gejala yang sama. Jadi penting untuk tidak panik jika merasa lelah atau gelisah,” ungkap psikoterapis, Ilene Cohen dalam Psychology Today.
Menurut CDC, kebingungan atau ketidakmampuan untuk bangun dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Orang-orang yang mengalami gejala-gejala tersebut, terutama dengan tanda-tanda kritis lainnya seperti bibir kebiruan, kesulitan bernapas, atau nyeri dada, harus mencari bantuan segera.
Rasa Kedinginan dan Nyeri Otot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1259240/original/047762400_1465464215-dingin1.jpg)
Nyeri dan kedinginan bisa menjadi gejala dari banyak penyakit, termasuk flu. Namun beberapa pasien yang terindikasi virus corona juga melaporkan gejala yang sama. Belum jelas seberapa lazimnya gejala-gejala ini. Namun menurut laporan WHO, terdapat sekitar 11 persen orang yang diteliti melaporkan merasakan kedinginan, dan 14 persen melaporkan mengalami nyeri otot.
Gejala ini bisa diartikan sebagai tanda awal dari gejala yang lebih parah atau malah satu-satunya indikasi infeksi ringan.
Jika mengalaminya, lakukan tindakan pencegahan tambahan untuk mengisolasi diri dari orang lain, banyak istirahat dan memperbanyak minum, dan segera menghubungi dokter.
Sakit Kepala dan Pusing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1414566/original/043586400_1479888899-stroke.jpg)
Menurut penelitian di The Lancet, sekitar 8 persen pasien Covid-19 melaporkan sakit kepala. Rasa pusing juga telah dilaporkan dalam beberapa kasus , bahkan beberapa merasa serangan pusing yang sangat parah atau tiba-tiba dapat menunjukkan risiko kesehatan yang lebih serius.
CDC menawarkan pemeriksa mandiri online secara gratis untuk membantu menilai apakah gejala dan keadaan seseorang menunjukkan infeksi corona atau tidak.
Hidung Tersumbat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3174923/original/042066000_1594279013-backfill-HL2.jpg)
Sebagian kecil pasien Covid-19 mengalami hidung tersumbat atau pilek. Menurut laporan WHO, jumlahnya kurang dari 5 persen yang mengalami gejala ini.
Bersin sama sekali bukan gejala yang terkait dengan corona. Jika seseorang merasakan gejala ini, kemungkinan besar itu adalah alergi atau pilek.
Sakit tenggorokan kadang-kadang juga bisa menyertai infeksi corona. Namun, hal itu jarang terjadi. Sakit tenggorokan lebih sering menunjukkan tanda flu biasa atau pilek.
Sumber: Dream.co.id
Published: Dream.co.id (Penulis: Ulyaeni Maulida/Published: 06/04/2020)
Disclaimer:
Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.
Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.
View this post on InstagramSayang seluruh anggota keluarga kalian, putus penyebaran COVID-19 dengan selalu mengikuti anjuran dari pemerintah. Stay safe everyone! #medialawancovid19 #amandirumah #BolacomID #Covid19 #BCEms
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3086895/original/058222300_1585293660-000_1PD64D.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)