Parma Pernah Berjaya di Italia dan Eropa pada Era 1990-an, Ini Kisahnya

Parma merupakan satu di antara klub Italia yang menorehkan tinta emas pada era 1990-an, bagaimana ceritanya?

Diterbitkan 07 April 2020, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain itu, Ancelotti juga semakin memercayakan kiper jebolan akademi, Gianluigi Buffon (18 tahun), untuk menempati pos di bawah mistar gawang. Di bawah asuhan pelatih asal Italia tersebut, Parma tampil cukup bagus.

Dari 87 pertandingan di seluruh ajang, Parma meraih 42 kemenangan, 27 hasil imbang, dan menelan 18 kekalahan. Selain itu, Parma juga mampu mencetak 124 gol dan kebobolan 85 gol.

Carlo Ancelotti pernah menangani Parma dari Juli 1996 sampai Juni 1998 (dok. The Sun)

Meski memperlihatkan performa yang tak terlalu buruk, Carlo Ancelotti gagal membawa I Gialloblu meraih satu pun titel juara dari 1996 sampai 1998. Alhasil, dia pun dipecat pada akhir musim 1997-1998, karena Parma finis di peringkat enam klasemen akhir Serie A.

Berjaya di Bawah Asuhan Alberto Malesani

Selepas Carlo Ancelotti angkat kaki, manajemen Parma menunjuk Alberto Malesani untuk duduk di kursi pelatih pada 1 Juli 1998. Direksi I Gialloblu kepincut dengan kinerja Malesani ketika menangani Fiorentina. Malesani berhasil membawa I Viola finis di peringkat kelima klasemen Serie A 1997-1998, atau satu level di atas Parma.

Berbekal pemain warisan Ancelotti, ditambah rekrutan anyar, mulai dari Juan Sebastian Veron, Diego Fuser, Alain Boghossian pada musim panas 1998, Alberto Malesani berhasil membawa kejayaan untuk Parma.

Pada musim perdananya sebagai pelatih I Gialloblu, Malesani mengantarkan Parma merengkuh dua titel juara, yakni Coppa Italia dan Piala UEFA 1998-1999.

Pada laga final Coppa Italia, Parma menang atas Fiorentina berkat agresivitas gol tandang (3-3). Sementara itu, pada partai final Piala UEFA di Luzhniki Stadium, 12 Mei 1999, mereka membungkam Marseille dengan skor 3-0.

Parma berhasil menjuarai Piala UEFA 1998-1999 setelah mengalahkan Olympique Marseille dengan skor 3-0, di Luzhniki Stadium, 12 Mei 1999. (AFP/BORIS HORVAT)

Tak berhenti sampai di situ, Alberto Malesani membantu Parma menjuarai Piala Super Italia 1999. Parma sukses mengalahkan kampiun Serie A 1998-1999, AC Milan, dengan skor 2-1 di San Siro, 21 Agustus 1999.

Gelar juara Piala Super Italia menjadi trofi terakhir sekaligus bukti sahih kejayaan Il Grande Parma pada era 90-an.

Sumber: Berbagai sumber

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rizki Hidayat, Defri Saefullah, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan