Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola adalah olahraga yang terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Adanya berbagai inovasi teknologi dan ide lainnya yang memungkinkan perkembangan tersebut.
Tetapi, berbagai perkembangan tersebut kadang tidak membuat adanya perubahan. Terutama terkait dengan keyakinan atau kepercayaan yang sudah berlangsung lama di sepak bola.
Kadang terdapat berbagai hal-hal buruk yang terjadi dalam waktu lama. Sehingga muncul keyakinan bahwa sebuah klub, negara, atau pemain mengalami kutukan yang sulit untuk dihentikan.
Jadi, apakah kutukan benar-benar ada dalam sepak bola? Berikut lima kutukan terbesar dalam sepak bola seperti dikutip dari Ronaldo.com.
Â
1. Kutukan Ronaldo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1629047/original/033797900_1497934584-Cristiano_Ronaldo_06.jpg)
Banyak pemain hebat yang mengenakan kaos ikon Manchester United nomor 7, mulai dari George Best hingga Cristiano Ronaldo. Sejak Ronaldo pindah ke Real Madrid pada 2009, nomor itu seperti dikutuk.
Seperti diketahui, beberapa pemain top dunia tiba di Old Trafford dan mencoba keberuntungan mereka dalam mengenakan jersey MU nomor 7. Tetapi, hanya 15 gol Liga Premier Inggris yang dicetak pemain No.7 dalam dekade terakhir saja. Maka, teori 'kutukan Ronaldo' pun lahir.
Michael Owen adalah orang pertama yang mengenakan jersey itu pada 2009 setelah didatangkan secara mengejutkan dari Newcastle United. Namun, dia tidak berhasil dengan jersey MU No.7.
Kemudian ada nama-nama terkenal lainnya mengenakan jersey tersebut. Mereka di antaranya Angel Di Maria, Memphis Depay, dan Alexis Sanchez. Namun, semuanya juga gagal.
2. Kucing Mati di Markas Racing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1451914/original/079442600_1483237678-01012017-kucing.jpg)
Mungkin ini salah satu cerita paling aneh yang pernah dibuat dalam sepak bola. Namun, racing klub percaya akan cerita itu.
Pada 1967, suporter Independiente masuk ke stadion Racing dan mengubur tujuh kucing hitam mati. Rupanya, hal itu memicu kejatuhan Racing dari pemenang Copa Libertadores menjadi bangkrut.
Setelah memenangkan kompetisi klub Amerika Selatan terbesar pada 1967, Racing tak pernah lagi di 1970-an. Racing kemudian terdegradasi dari divisi papan atas Argentina pada 1983. 'Kutukan' lantas menyebabkan klub bangkrut pada 1998.
Dalam upaya putus asa untuk membalikkan keadaan, Racing kemudian meminta pendeta mengusir setan di stadion. Pada 2001, Racing menemukan kucing hitam mati terakhir yang dikubur. Tak lama setelah itu, Racing memenangkan gelar divisi pertama mereka dalam 35 tahun.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/225/original/035002800_1521188792-bsr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1054770/original/086206300_1539601356-035217700_1447467756-sepak-bola.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/403148/original/069059700_1450241274-edu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1315985/original/060371500_1471001883-0245c7b36ca9fd9cf4f34632bf2d8588-082263200_1469609900-000_DI2LW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260847/original/080495800_1781665547-063_2281975528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5626466/original/003931900_1778221281-ALJAZAIR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265428/original/072310000_1782111808-AP26172732756707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264294/original/025943800_1782105633-IMG-20260622-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263739/original/058766700_1781989341-AP26164660361943.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262253/original/088990800_1781776534-portugal_cristiano_ronaldo_vs_congo-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262254/original/017649800_1781776535-portugal_cristiano_ronaldo_vs_congo-3.jpg)