Kenali Perbedaan Masker Bedah dan Respirator untuk Menangkal Virus Corona Covid-19

Di tengah pademi virus corona covid-19 yang tengah melanda, penggunaan masker menjadi jadi salah satu usaha yang dilakukan masyarakat.

Diterbitkan 02 April 2020, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Masker bedah melindungi terhadap infeksi yang menyebar melalui tetesan, seperti influenza dan infeksi pernapasan umum lainnya. Masker respirator N-95 dan N-99 dapat melindungi dari penyakit di udara seperti campak, cacar air, atau TBC," kata Irfan Hafiz, dokter penyakit menular di Northwestern.

Kapan masker bedah dan masker respirator digunakan?

Chang mengatakan bahwa petugas kesehatan biasanya memakai masker bedah diruang operasi untuk mencegah partikel besar mencemari tempat operasi. Masker bedah juga dapat digunakan untuk mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh batuk atau bersin pasien.

Namun jika petugas kesehatan khawatir tentang penularan penyakit melalui udara maka memungkinkan untuk menggunakan masker respirator baik N-95 atau N-99.

Tapi menurut Chang, masker bukan satu-satunya penghalang. Chang menjelaskan bahwa petugas kesehatan juga harus menggunakan sarung tangan dan sanitasi untuk mencegah penyebaran virus.

Tidak Direkomendasikan

CDC tidak merekomendasikan penggunaan masker oleh orang sehat untuk mencegah influenza. Baru-baru ini, Ahli Bedah A.S. bahkan berkomentar untuk mencegah orang sehat membeli dan memakai masker, khususnya selama wabah Covid-19.

Salah satu alasannya kata Pekosz adalah belum ada banyak manfaat yang terbukti untuk menunjukkan bahwa memakai masker bermanfaat bagi kesehatan pemakainya. Masker respirator juga rumit untuk digunakan. Salah satu alasan mereka tidak direkomendasikannya kepada publik. " Masker N-95 cukup tidak nyaman," katanya. " Sebagian besar masyarakat umum tidak dapat menggunakan fungsinya 100 persen,” lanjutnya lagi.

 

Cara Terbaik untuk Menghindari Terinfeksi

Masker tidak selalu menjadi cara efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Hafiz mengatakan, ”Jika anda mengalami gejala Covid-19 sangat penting untuk pergi ke dokter dan menghindari keramaian atau tidak pergi bekerja. Jika anda masih khawatir fokuslah untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air atau gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol jika memang tidak ada air dan sabun. Serta selalu ikuti panduan kesehatan terbaru dari CDC.”

“ Jika kotor, masker dapat memperburuk keadaan bukannya menjadi lebih baik,” lanjut Hafiz.

Pekosz menambahkan ketergantungan yang berlebihan pada masker juga dapat mengabaikan praktik kesehatan penting lainnya, seperti mencuci tangan, menjaga jarak dari orang lain, dan tinggal di rumah jika sakit.

 Sumber: Dari berbagai sumber

Disadur dari: Dream.co.id

 

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

 
 
 
View this post on Instagram

Untuk teman-teman yang masih harus keluar rumah demi ngantor, tetap jaga jarak, jaga kesehatan dan jaga kebersihan ya. Dan untuk yang lain, tolong tetap di rumah saja, jangan keluyuran dulu. Mari kita bantu perangi Virus Corona dengan memutus penyebarannya. Mulai dari kesadaran diri sendiri dan mulai dari sekarang juga. #MediaLawanCovid19 #Jagajarak #Amandirumah

A post shared by Bola.com (@bolacomid) on

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan