Jakarta - Di tengah pademi virus corona covid-19 yang tengah melanda, penggunaan masker menjadi jadi salah satu usaha yang dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus ini. Tapi, tingginya permintaan dan aksi tak simpatik spekulan menyebabkan kelangkaan masker.
Para ahli menjelaskan penggunaan masker tidak selalu menjadi jalan terbaik untuk menangkal infeksi corona COVID-19.
Pusat pencegahan dan pengawasan penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) secara khusus menyarankan masyarakat tidak menggunakan masker kecuali untuk mereka yang berinteraksi langsung dengan pasien, dalam keadaan kurang sehat, atau yang sedang merawat seseorang yang mengalami gejala corona COVID-19.
Menurut Michael Chang, spesialis penyakit menular di McGovern Medical School di University of Texas Health Science Center di Houston, seperti dikutip dari allure.com masker biasanya digunakan oleh penyedia layanan kesehatan di rumah sakit dan klinik, di mana risiko penularan suatu penyakit lebih tinggi.
Ada dua jenis masker yang digunakan untuk mencegah penularan virus: masker bedah dan masker respirator. Sangat penting untuk mengetahui perbedaannya dan dalam situasi apa digunakan. Berikut penjelasan lengkapnya, disadur dari Dream.co.id.
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
Perbedaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/644246/original/penjualan-masker-150212b.jpg)
Masker bedah dan masker respirator memiliki fungsi yang berbeda, itulah mengapa keduanya dirancang berbeda.
Andrew Stanley Pekosz, seorang profesor mikrobiologi molekuler dan imunologi di Johns Hopkins University Bloomberg School of Public Health, mengatakan masker bedah pada dasarnya adalah potongan-potongan kecil dari kain yang digunakan seseorang untuk menjaga diri dari kuman yang berasal dari batuk dan bersin.
“Hal ini benar-benar merupakan blok fisik secara umum untuk mencegah cairan yang keluar dari mulut anda,” ungkap Pekosz kepada allure.com.
Sementara masker respirator, lanjut Pekosz, dirancang lebih kokoh daripada masker bedah. Masker ini mengandung respirator yang mencegah partikel yang jauh lebih kecil untuk masuk ke sistem pernapasan seseorang.
Dua dari masker respirator yang paling umum adalah masker N-95 dan masker N-99, yang jika digunakan dengan benar, masing-masing mencegah 95 persen dan 99 persen partikel udara memasuki mulut atau hidung seseorang.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046555/original/037277200_1581381197-20200208-China-Kebut-Produksi-Masker-N95-XINHUA-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)