Sukses

Keluyuran saat Inggris Lockdown karena Virus Corona Covid-19, Kapten Aston Villa Minta Maaf

Liputan6.com, Birmingham - Kapten Aston Villa, Jack Grealish, tertangkap basah tengah keluyuran saat Inggris menerapkan kebijakan lockdown guna mengurangi penyebaran virus Corona Covid-19. Aksi mbalelo Grealish terungkap setelah dia terlibat kecelakaan jalan raya di kota Birmingham.

Dalam foto-foto yang segera tersebar di media sosial, Grealish tampak mengenakan sweater berwarna biru muda dengan celana pendek selutut putih berdiri tidak jauh dari mobil Range Rover miliknya.

Di sebelahnya tampak berdiri pria lain dengan setelan training warna biru tua.

Grealish menuai kecaman atas tindakan ini. Apalagi sehari sebelumnya, dia sempat menyerukan agar semua tetap berada di rumah demi meringankan beban tenaga medis NHS dan menyelamatkan orang-orang agar tidak ketularan virus Corona Covid-19.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Tergoda Ajakan Teman

Seperti dilansir Metro.co.uk, Grealish akhirnya buka suara mengenai kejadian itu. Dia mengaku telah melakukan kebodohan telah melanggar aturan lockdown. Grealish mengaku tergoda ajakan temannya.

"Saya hanya ingin menyampaikan video singkat untuk mengatakan betapa malunya saya tentang kejadian akhir pekan ini," kata Grealish.

"Saya tahu, ini waktu yang sulit bagi semua orang, berada di rumah dalam waktu lama. Saya memang telah menerima telepon dari teman yang mengajak ketemuan dan bodohnya, saya menyetujuinya. Saya tidak ingin orang lain melakukan kesalahan sepertiku," bebernya.

"Saya meminta orang untuk tetap di rumah dan mengikuti aturan dan panduan yang telah diberitahukan kepada kita. Ke depannya saya akan melakukan itu dengan pasti. Saya harap yang lain juga sama," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Minta Maaf

Inggris menjadi salah satu negara di Eropa yang paling parah terpapar virus Corona Covid-19. Data terbaru menunjukkan, kasus di Negeri Ratu Elizabeth itu telah mencapai 22.454 kasus sesuai data real time yang diterbitkan John Hopkins University, Selasa (31/3/2020) pukul 14.30. Sementara jumlah yang tewas sudah mencapai angka 1.411 jiwa.

Dan guna menekan penyebaran virus ini, pemerintah Inggris telah memberlakukan kebijakan lockdown. Masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah kecuali ada urusan yang memang sangat penting.

"Saya berharap semua menerima permintaan maaf saya ini dan bisa melupakannya dan saya berharap saat semua ini berakhir, kita bisa keluar lagi dan menikmati kehidupan kita masing-masing," beber Grealish.