Ini Alasan 14 Hari di Rumah Saja untuk Cegah Virus Corona Covid-19

Dinkes DKI Jakarta juga menyebut 14 hari bisa menyelamatkan ribuan orang dari virus corona covid-19.

Diterbitkan 27 Maret 2020, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Contoh Anak Sekolah

Seorang anak sekolah, misalnya. Mereka libur atau sekolah dari rumah mulai 16 Maret selama 14 hari, dia akan masuk sekolah lagi pada hari ke-15.

Ternyata anak ini dan keluarganya menggunakan waktu libur untuk jalan-jalan, mengunjungi keramaian, sekumpulan orang, ke mal, serta tempat wisata lainnya.

Seandainya dia jalan-jalan di hari ke-10 dan tertular COVID-19 di tempat yang ia kunjungi, mungkin pada hari ke-14 atau ke-15 belum ada tanda-tanda sakit. Tetapi dia sudah membawa COVID-19 di tubuhnya dan berpotensi menularkannya ke orang lain.

Andai dia masuk sekolah pada hari ke-15 dan seterusnya, maka 14 hari libur sekolahnya itu tidak ada gunanya. Karena penularan terjadi juga di sekolah. Efek domino akan berlangsung, rantai penularan tidak terputus.

Saling Pantau

Waktu 14 hari itu, kata Ganjar, juga berguna untuk saling pantau. Jika ada orang yang menunjukkan gejala-gejala menderita serangan COVID-19 bisa segera ditangani dan penularan hanya stop pada dia.

Karena dia tidak ada kontak dengan orang lain dalam 14 hari itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Cakrayuri Nuralam, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan