Kehilangan Rasa dan Bau Tiba-tiba, Waspada Jadi Pembawa Corona Covid-19

Beredar informasi bahwa telah diidentifikasi bahwa corona memiliki gejala baru. Yakni seseorang dapat menjadi virus carrier jika merasakan kehilangan indra penciuman dan perasa secara tiba-tiba.

Diterbitkan 25 Maret 2020, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Virus corona covid-19 hingga kini masih menjadi ancaman besar bagi berbagai negara di belahan dunia. Hingga kini, para ilmuwan dunia juga masih berjuang untuk menemukan solusi dari wabah pandemi ini. Di antaranya adalah dengan menciptakan vaksin atau antivirus dan mengidentifikasi upaya yang bisa dilakukan sebagai pencegahan penularan virus corona covid-19 ini.

Beberapa gejala terinfeksi corona yang paling umum diketahui yakni demam tinggi disertai dengan batuk kering dan sesak nafas. Orang yang mengalami gejala tersebut diwajibkan untuk mendapatkan serangkaian tes atau berkonsultasi dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya.

Namun, beberapa saat yang lalu, terjadi keresahan di antara masyarakat. Beredar informasi bahwa telah diidentifikasi bahwa COVID-19 memiliki gejala baru. Yakni seseorang dapat menjadi pembaca COVID-19 tersembunyi atau virus carrier jika merasakan kehilangan indra penciuman dan perasa secara tiba-tiba.

Seperti apakah informasi selengkapnya terkait dengan gejala baru dari virus corona covid-19? Berikut ulasannya dilansir dari berbagai sumber oleh Liputan6.com:

 

Ditemukan Kasus Dokter Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa

Dilansir dari CNN, terdapat sebuah kasus baru. Yakni seorang dokter yang diidentifikasi positif virus corona di Amerika Serikat tiba-tiba merasakan kehilangan indera penciuman dan perasa sejak hari Minggu. Lantas, infromasi tersebut ditambahkan ke list of screening tools COVID-19.

Dokter Divisi Kepala dan Bedah Leher American Academy of Otolaryngology, mengungkapkan bahwa berkurangnya indera penciuman (anosmia) dan indera perasa (dysgeusia) dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi virus corona. "Anosmia, khususnya, telah terlihat pada pasien yang akhirnya dites positif untuk virus corona tanpa gejala lain," tulisnya dalam pernyataan resmi di laman web akademi.

Kasus Seorang Ibu Kehilangan Indera Perasa

Selain kasus dokter tersebut, ditemukan pula kasus seorang ibu asal Inggris yang tiba-tiba kehilangan indera penciumannya. Hal tersebut lantas membuatnya tak bisa mengidentifikasi bau popok penuh dari bayinya. Ia juga dilaporkan tak bisa mencium aroma bumbu masakan.

Dilansir dari The New York Times, seorang dokter THT asal Inggris mengutip berbagai laporan dari sesama rekan medis di dunia, bahwa adanya permintaan untuk orang-orang yang kehilangan indera penciumannya agar mengisolasi diri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Kami benar-benar ingin meningkatkan kesadaran bahwa ini adalah tanda infeksi dan bahwa siapa pun yang kehilangan indera penciuman harus mengasingkan diri. Itu bisa berkontribusi memperlambat transmisi dan menyelamatkan nyawa." tulis Prof. Claire Hopkins, presiden British Rhinological Society, dalam emailnya dikutip dari The New York Times.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Jonathan Pandapotan Purba, Nanang FahrudinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan