Sukses

2 Tim Gurem La Liga Berhati Mulia: Pulangkan Alat Tes Covid-19 Demi Kemanusiaan

Liputan6.com, Jakarta Real Valladolid dan Eibar bukan apa-apa di sepak bola Spanyol. Di papan klasemen La Liga, posisi kedua klub ini terpaut tipis dari zona merah degradasi. Namun dalam peperangan menghadapi pandemi global virus corona model terbaru saat ini, kedua tim semenjana ini pantas jadi juaranya.

Spanyol seperti diketahui menjadi salah satu negara yang terdampak penyebaran virus Corona model terbaru. Negeri Matador tengah berpacu dengan waktu dalam memerangi penyakit Covid-19. Data terbaru yang dilansir Channel News Asia menyebutkan, per tanggal 19/3/2020 pukul, 10.28 WIB, sudah terdapat 14.769 orang di Spanyol yang terjangkit virus Corona model terbaru. Sebanyak 638 di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan 183 lainnya berhasil disembuhkan.  

Virus Corona tidak memilih korbannya. Para pemain elite yang tampil di ajang La Liga juga merasakan dampaknya. Real Madrid sampai saat ini masih menjalani proses karantina akibat wabah ini. Para pemain dan pelatih diminta mengisolasi diri setelah atlet dari tim basket Real Madrid, positif Covid-19. 

Valencia lebih sengsara lagi. Belum lama ini, Kelelawar Mestalla mengumumkan kalau enam pemain dan stafnya positif terjangkit virus Corona model terbaru. Seluruh tim pun menjalani karantina. 

Di tengah kekhawatiran penyebaran virus ini, La Liga seperti dilansir AS memfasilitasi tim-tim untuk mendapatkan tes kit atau alat mendeteksi virus Corona Covid-19. Namun Real Valladolid dan Eibar menolak menggunakan alat tersebut dan memilih mengembalikannya kepada operator liga. 

"La Liga memang benar kalau La Liga memfasilitasi itu (alat tes Covid-19) untuk kami, tapi kami tidak memakainya karena alasan sosial dan medis. Tidak ada pemain yang menunjukkan gejala dan kami percaya di luar sana masih banyak yang lebih membutuhkan alat itu," ujar juru bicara Valladolid, David Espinar. "Mereka lah yang seharusnya lebih diprioritaskan," beber Espinar menambahkan. 

Espiner menjelaskan, pihaknya sudah mulai bertindak saat virus corona merebak di Spanyol. "Sejak awal kami sudah sangat jelas kalau kami harus melakukan sesuatu untuk menjaga kesehatan seluruh pegawai dan semua orang yang secara tidak langsung terlibat menangani klub ini," kata Espinar. 

 

 

 

2 dari 4 halaman

Tolak Alat Tes Covid-19

Eibar juga menolak menggunakan tes Corona Covid-19 yang disediakan La Liga untuk mereka. Rabu kemarin, Eibar memilih menyumbangkan alat tersebut kepada layanan kesehatan publik. 

Mereka juga mengatakan, sejauh ini tidak ada pemain atau staf Eibar yang menunjukkan gejala terinfeksi Corona model terbaru. "Dan di sana masih ada yang lebih membutuhkan," kata sumber.

Keputusan Presiden La Liga, Javier Tebas, menyediakan alat tes Covid-19 kepada klub sebelumnya juga sudah menuai kecaman dari Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Luis Rubiales. 

"Bagi saya kebijakan itu tidak bertanggung jawab di mana ada banyak nyawa yang terancam dalam melakukan ini. Tidak tepat menggunakan alat tes ini saat yang lain membutuhkan," katanya. 

 

 

3 dari 4 halaman

Berharap La Liga Pulih

Saat ini, Spanyol tengah menerapkan kebijakan lockdown atau mengunci diri demi mengurangi penyebaran virus Corona Covid-19. Seluruh warga diminta untuk tetap berada di rumah. 

Namun sebelum kebijakan ini diambil, La Liga sudah lebih dulu dihentikan selama dua pekan. Belum ada jaminan kapan La Liga bakal bergulir lagi meski UEFA telah memberik waktu kepada masing-masing anggotanya untuk menyelesaikan kompetisi sebelum 20 Juni mendatang.  

"Real Valladolid berharap kompetisi ini bisa diselesaikan meski saat ini terlalu dini untuk mengatakan hal itu. Kami ini kita semua optimistis dan berpikir kalau kita semua bisa menyelesaikan liga dan berharap Valladolid bisa tetap berada di kompetisi Primera," kata Espiner menambahkan .

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Terjangkit Virus Corona Covid-19, Kondisi Mantan Presiden Real Madrid Memburuk
Artikel Selanjutnya
3 Opsi UEFA untuk Liga Champions di Tengah Pandemi Virus Corona