Gara-Gara Virus Corona Covid-19, Pertarungan Daud Yordan Terpaksa Ditunda

Pertarungan petinju Indonesia, Daud 'Cino' Yordan harus ditunda sebagai dampak dari penyebaran virus corona Covid-19.

Diterbitkan 18 Maret 2020, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertarungan petinju Indonesia, Daud 'Cino' Yordan harus ditunda sebagai dampak dari penyebaran virus corona Covid-19. Awalnya, Daud mengaku duelnya seharusnya digelar pada April 2020.

Wabah virus corona telah menjadi pandemi di dunia. Kasus orang terinfeksi virus corona di Indonesia terus mengalami peningkatan tajam dalam beberapa hari terakhir.

"Sebenarnya sudah ada jadwal tanding di bulan April, namun karena ada wabah corona, jadi harus di-pending dulu," kata Daud Cino Yordan, seperti dilansir Antara.

Tapi, Daud Yordan tidak menyebutkan siapa petinju yang seharusnya dia hadapi pada April nanti. Petinju berusia 32 tahun ini hanya mengungkapkan bahwa duelnya rencananya digelar di Asia.

Sekarang, pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru terkait penanganan virus corona yang telah menyebar di lebih dari 100 negara tersebut. Petinju yang turun di kelas ringan super ini hanya bisa berharap pandemi ini segera teratasi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

43 Kali Naik Ring

Meski begitu, petinju yang telah naik ring sebanyak 43 kali itu tetap menjalani persiapan untuk pertarungan. Daud Yordan ingin selalu berada dalam kondisi prima demi karier tinju yang panjang.

"Tapi saya sebagai atlet tetap harus berlatih setiap hari. Jadwal saya di sasana terus berjalan, untuk membina atlet-atlet agar bisa bertanding dan berkiprah, jadi saya harus berlatih secara konsisten bersama anak binaan saya," jelas Daud.

Naik Level

Untuk pertarungan berikutnya, petinju kelahiran Ketapang 10 Juni 1987 itu masih merahasiakannya. Yang jelas, bagi dia, pertarungan tersebut sangat penting sebelum naik ke level yang lebih tinggi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina

Windi Wicaksono, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan