Infografis: Serie A vs Virus Corona

Serie A untuk sementara terhenti menyusul peningkatan wabah virus Corona di Italia.

Diterbitkan 11 Maret 2020, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kebijakan ini sempat menimbulkan pro dan kontrak di kalangan stake holder sepak bola di Italia. Presiden Inter Milan, Steven Zhang, bahkan sempat melontarkan kritik keras kepada Presiden Serie A Paolo Dal Pino atas langkah yang diterapkan dalam menangani penyebaran virus corona.

"Bermain-main dengan kalender dan selalu menempatkan kesehatan masyarakat sebagai pertimbangan sekunder. Anda mungkin badut terbesar dan paling gila yang pernah saya lihat. 24 jam? 48 jam? 7 hari? Lalu apa lagi? Apa langkah Anda selanjutnya?“ kata Zhang menyindir Dal Pino.

Inter Milan sebelumnya menyurati Lega Serie A meminta agar laga kontra Sampdoria yang ditunda karena virus Corona sebaiknya digelar sebelum berhadapan dengan Juventus. Namun permintaan ini ditolak oleh peserta lain karena dianggap bakal merusak skenario yang sudah disiapkan sebelumnya.

Akibat komentar ini, Zhang kini dalam penyelidikan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).  

(Selengkapnya bisa Anda baca pada tautan ini) 

   

Berhenti Sementara

Pada 8 Maret 2020, pemerintah Italia akhirnya mengisolasi seluruh daerah utara menyusul kasus virus Corona yang telah mencapai angka 1.492 dan 266 kematian. Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora, kemudian meminta operator Serie A untuk menunda pertandingan yang dijadwalkan pada hari itu. 

Akibatnya, duel AC Parma vs SPAL di Stadio Ennio Tardini yang semula berlangsung Minggu (8/3/2020) pukul 12.30 waktu setempat sempat molor. Pemain AC Parma yang sedang menunggu di lorong menuju lapangan kemudian kembali diminta masuk kembali ke kamar ganti. Negosiasi berlangsung sebelum akhirnya pertandingan diputuskan berlangsung pukul 13.45 atau 75 menit lebih lambat.

Pada kesempatan itu juga diputuskan seluruh pertandingan Liga Italia yang berlangsung hari ini, termasuk duel Juventus vs Inter Milan, tetap bergulir.

Setelah itu muncul kabar, Federasi Sepak Bola Italia ingin menggelar rapat dengan klub, pemerintah, serta Lega Serie A selaku operator kompetisi pada Selasa (10/3/2020). Tidak lama kemudian terkuak ancaman dari Asosiasi Pemain Sepak Bola di Italia (AIC) untuk mogok jika kompetisi berlanjut.

Namun perdebatan tidak berlangsung lama karena sehari setelahnya, pemerintah Italia memutuskan untuk menutup negaranya menyusul kenaikan kasus menjadi 1.797 dengan 463 kematian. Keputusan ini kemudian diikuti dengan penghentian sementara kompetisi Serie A hingga tanggal 3 April 2020. 

Keputusan ini tentu saja semakin merusak tatanan jadwal sisa Serie A musim ini. Sebab jumlah pertandingan yang tertunda semakin banyak. Hingga 3 April mendatang, Serie A setidaknya harus menggelar 34 pertandingan, termasuk empat pertandingan yang masih tertunda sebelumnya. 

Situasi ini tentu saja membuat operator Serie A bakal kelimpungan dalam menuntaskan laga. Apalagi jadwal tersisa masih banyak, mencapai 134 laga. Menghentikan laga juga bukan pilihan ideal mengingat persaingan di puncak klasemen tengah berlangsung sengit. Saat ini, Juventus masih memimpin dengan 63 poin dari 26 laga atau terpaut 1 poin dari Lazio yang menguntit di urutan kedua. Sementara posisi ketiga ditempai oleh Inter Milan koleksi 54 poin dari 25 pertandingan. 

  

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan