5 Mentalitas Bruno Fernandes yang Bantu Angkat Performa Manchester United

Seperti apa mentalitas elite ala Fernandes sejak gabung Manchester United?

Diterbitkan 09 Maret 2020, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keesokan harinya, Fernandes baru berlatih bersama rekan-rekan setimnya untuk kali pertama. Dia membuat semua orang terkesan karena beberapa kali berteriak kepada rekan setimnya. "Berikan bola kepada saya!"

2. Tak Ingin Wawancara Mengganggu Persiapan

Bruno Fernandes juga pernah memolak wawancara sebelum dan setelah pertandingan. Tentu saja sikapnya itu ada alasannya. 

Pemin berusia 25 tahun tersebut tak mau wawancara itu mengganggu persiapan dan pemulihan dirinya sebelum dan sesudah pertandingan. Dia benar-benar ingin fokus sepenuhnya ke pertandingan. 

3. Tak Segan Lontarkan Pendapat

Bruno Fernandes tak susah beradaptasi dengan klub barunya. Meskipun bersikap sopan, dia tak segan-segan mengungkapkan opininya terkait kinerja tim. 

Sikap blak-blakan Bruno Fernandes tersebut tampaknya berimbas positif. Manchester United menunjukkan perubahan ke arah positof sejak kedatangan Bruno Fernandes. 

"Jika dia merasa sesuatu berjalan tak benar, dia akan mengatakannya," kata salah seorang sfat di Manchester United tentang karakter Fernandes. 

4. Tak Cepat Puas

Mentalitas elite Bruno Fernandes juga ditunjukkan setelah hasil imbang kontra Everton di Premier League. Dia mencetak gol pertama untuk Manchester United melalui permainan terbuka. Namun, dia sama sekali merasa tak punya karena MU hanya menuai hasil 1-1. 

Meskipun kehilangan poin, sebagian besar pemain Manchester United di ruang ganti merasa cukup puas. Itu disebut hasil yang cukup baik. 

Tetapi, Bruno Fernandes tak sependapat. Dia bilang kepada rekan-rekannya bahwa semestinya mereka marah karena gagal meraih tiga poin. 

5. Tak Takut Tunjukkan Kekesalan kepada Rekan Setim

Bruno Fernandes terhitung masih sangat baru di Manchester United. Tapi, dia tak takut menunjukkan ketidaksukaan jika ada temannya yang bermain kurang menjanjikan. 

Salah satu korbannya adalah Juan Mata. Fernandes terlihat melontarkan "tatapan mematikan" karena Mata kalah dalam perebutan bola pada laga kontra Derby County. 

 

Sumber: The Times, Give Me Sport 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri, published 9/3/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan