Pendapat 11 Eks Bintang Manchester United soal Solskjaer, Dipecat atau Dipertahankan?

Jika fans mulai hilang kesabaran, bagaimana pendapat mantan pemain Manchester United tentang kinerja Solskjaer?

Diterbitkan 14 Februari 2020, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya pernah bermain dengan Ole dan dia mantan rekan setim saya. Tapi, Anda harus jujur dan hasilnya tak cukup bagus."

"Saya akan memberinya sedikit dukungan yang masuk akal. Timnya dihantam banyak cedera. Scott McTominay pemain yang hebat sebelum dia cedera. Paul Pogba pemain besar dan pemain termahal mereka. Sekarang Marcus Rashford juga cedera."

"Mengingat besarnya uang yang telah dibelanjakan. Anda pasti mengharap hasil lebih baik daripada ini," imbuh Rio Ferdinand.

3. Phil Neville

"Ini pertimbangan besar. Saya rasa mereka harus bertahan dengan dia (Solskjaer)," kata mantan bek MU, Phil Neville, kepada Match of the Day. 

"Menurut saya skuatnya terlihat ramping, tidak berpengalaman, dan terbebani ekspektasi. Saya rasa mereka butuh tambahan dua pemain baru untuk sukses musim ini." 

"Itu yang saya lihat dari mereka. Mereka telah menuju ke arah yang benar. Mereka tim muda, banyak energi. Hanya sedikit kekurangan kualitas. Di situlah Manchester United sekarang dan orang-orang harus menerimanya," ujar Neville. 

 

4. Roy Keane

Dalam perdebatan sengit dengan Jamie Carragher di studio Sky Sports menyusul kekalahan MU dari Liverpool bulan lalu, Roy Keane mengungkapkan argumennya. 

"Poinnya, perekrutan pemain tidak sampai di situ. Itu semua tak bisa disalahkan ke Ole, siapa yang merekrut pemain? Tebakan Anda sama dengan saya," kata mantan kapten MU, Roy Keane. 

"Siapa yang membawa pemain ketika David Moyes di sana? Siapa yang membawa pemain ketika Van Gaal di sana? Saya tak tahu struktur klub, tapi yang jelas tak berjalan baik. Perekrutan pemain selalu bisa berhasil dan gagal. Tapi, mereka terlalu banyak kesalahan," sambung Keane. 

 

5. Robin van Persie

"Ketika saya mendengarkan Ole, dia sepertinya pria yang baik," kata mantan striker MU, Robin Van Persie pada BT Sport setelah Setan Merah dikalahkan Arsenal pada laga Tahun Baru. "Saya hanya ingin melihatnya lebih kejam, coba untuk marah." 

"Saya melihatnya tersenyum sekarang setelah pertandingan seperti itu. Rasanya itu bukan momen untuk tersenyum. Mereka membutuhkan rancangan permainan dan sedikit rasa takut terhadap pelatih. Rasa takut seperti ketika Anda melalukan salah umpan, maka Anda akan dihukum dan tak bermain pada laga berikutnya," urai Van Persei. 

 

6. Darren Fletcher

"Ini musim yang menarik. Saya rasa setiap orang di klub bilang seperti itu," kata mantan gelandang MU, Darren Fletcher, kepada Sky Sport pada Desember 2019. 

"Saya pikir ada perubahan kultur di belakang layar yang sulit dipahami fans. Saya merasa musim ini lebih pada melakukan audisi pemain daripada manajer." 

"Saya rasa Ole Gunnar Solskjaer pria yang tepat untuk tugas ini. Ini audisi untuk para pemain apakah mereka akan jadi bagian Manchester United yang ditangani Ole." 

"Saya yakin klub akan menambah pemain. Jadi, masalahnya adalah siapa yang ingin berada di sini dalam jangka lama. Itu tantangan untuk musim ini. Mereka harus mulai menyadari dan merespons," imbuh Fletcher. 

 

7. Ryan Gigss

"Saya tak merasa Solskjaer mendapatkan pemainnya," kata mantan winger MU, Ryan Giggs, kepada beIN Sports setelah MU takluk dari Liverpool di Anfield. 

"Dia mungkin butuh dua pemain yang bisa mengubah cara bermain. Anda tahu, yang nomor 10, poin penting, dan juga seorang gelandang. Apakah Pogba orangnya, tapi dia tak konsisten, tentu saja sebenarnya dia bisa menjadi pemain seperti itu. Tapi, mereka butuh pemain seperti Grealish, Maddison, yang bisa mendobrak pintu," imbuh Giggs. 

 

 

8. Paul Ince

Tak seperti banyak mantan pemain MU lainnya, Paul Ince cukup vokal mengkritik Solskjaer dalam beberapa kesempatan, satu di antaranya saat diwawancarai Talksport pada Oktober 2019. 

"Kita tahu Solskjaer perlu dikritik dan akan di bawah tekanan, bukan hanya karena dia tak meraih hasil baik, tapi juga tak menunjukkan tanda-tanda perbaikan," kata Ince. 

"Tentu saja dengan pemain muda butuh waktu, tapi Chelsea juga tim muda dan mereka baik-baik saja. Liverpool juga punya dua full-back muda, mereka juga baik-baik saja." 

"Mereka bisa finis di paruh bawah klasemen. Ketika saya melihat Ole bilang setelah pertandingan bahwa mereka telah bekerja keras, saya tetap berpikir kami hanya ingin melihat apa yang sebenarnya yang telah mereka lakukan." 

"Ketika saya melihat tim, saya tak bisa melihat apa yang mereka lakukan. Saya tak melihat pola mereka, dan juga bagaimana cara menyerangnya. Mereka tak menciptakan peluang, bahkan tak memiliki tendangan ke gawang. Saya hanya tak tahu apa yang sebeneranya mereka lakukan di Manchester United," imbuh Ince. 

 

9. Michael Owen

Berbicara setelah Manchester United takluk dari Bornemouth pada November 2019, Michael Owen memberikan opininya kepada Amazon Prime. 

"Saya orang sabar, tapi jika Klopp atau Guardiola adalah manajer Manchester United, maka saya yakin Anda akan melihat perkembangan besar," kata mantan striker MU tersebut. 

"Para pemain ini, sebagian besar pemain sangat bagus dan banyak yang tak bermain sesuai potensinya. Anda lihat tim-tim lain, Guardiola dan Klopp mendapat yang terbaik dari para pemainnya," imbuh Owen. 

 

10. Bryan Robson

 "Apakah Ole aman? Saya rasa United sudah membuatnya jelas ketika memberinya pekerjaan itu tahun lalu. Mereka bilang akan memberinya waktu," kata legenda MU, Bryan Robson, pada Oktober 2019. 

"Hal baiknya dari Ole, fans juga ada di belakangnya. Saya yakin tiga tahun adalah waktu yang tepat untuk menilai apakah manajer melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak." 

 

 

11. Gary Neville

Mantan kapten MU, Gary Neville, berulang kali mengatakan masalah MU terletak di petinggi klub, bukan manajer. Opini serupa kembali diungkapkan Neville setelah MU kalah dari Liverpool di Anfield. 

"Saya tak bisa mengubah kepemilikan United, tak ada yang bisa. Saya kesulitan memahami memahami mengapa pemilik klub tetap memercayai manajemen untuk membangun tim juara sejak kepergian Sir Alex," ujar Neville. 

"Saya melihat statistik dua pekan lalu, bahwa United merupakan klub yang menggaji pemainnya terbesar kedua di dunia. Dan itulah skuat yang mereka dapat. Itu tak termaafkan." 

"Saya tak yakin dengan investasi untuk skuat dalam lima, enam, dan tujuh tahun terakhir, serta berakhir seperti itu di lapangan." 

"Talenta nyata adalah tim eksekutif. Namun, dalam hal yang dibutuhkan klub dalam beberapa tahun sekarang adalah menempatkan menempatkan operator sepak bola andall di klub dan mereka tak melakukannya." 

 

Sumber: Planet Football

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri, published 13/2/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan