Jurgen Klopp Vs Pep Guardiola, Siapa Lebih Unggul Versi Pemain?

Berikut ini komentar empat pemain yang pernah bermain untuk Pep Guardiola dan Jurgen Klopp sekaligus, tentang perbedaan kedua pelatih.

Diterbitkan 11 Februari 2020, 18:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liverpool - Dalam dua musim terakhir Jurgen Klopp dan Pep Guardiola mendominasi Liga Inggris. Keduanya sukses meracik Liverpool dan Manchester City bersaing merebut gelar.

Pep Guardiola telah membuktikan diri dengan mempersembahkan dua trofi Premier League untuk Manchester City. Sejak tiba di Etihad pada 2016, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut membawa The Citizens menjuarai Premier League pada musim 2017-2018 dan 2018-2019. 

Adapun Jurgen Klopp sedang membangun kejayaan bersama Liverpool. Musim lalu, manajer asal Jerman tersebut berhasil mengantar The Reds merengkuh gelar Liga Champions, setelah di final mengalahkan Tottenham Hotspur. 

Klopp juga telah mempersembahkan trofi Piala Dunia Antarklub dan musim lalu Liverpool finis di peringkat kedua Premier League. 

Kebangkitan Liverpool makin nyata pada musim ini. Klopp mengubah The Reds menjadi tim yang sangat dominan di Premier League musim ini. 

Jordan Henderson dan kawan-kawan telah mengantongi keunggulan 22 poin di puncak klasemen Premier League. Mereka hanya butuh enam kemenangan lagi untuk merengkuh gelar Premier League untuk kali pertama setelah 30 tahun puasa gelar liga domestik. 

Meski sama-sama telah mengenyam berbagai kesuksesan, Klopp dan Guardiola punya gaya berbeda. Klopp dikenal dengan gaya sepak bola heavy metal, sedangkan Guardiola mengontrol orksetra. 

Berikut ini komentar empat pemain yang pernah bermain untuk Pep Guardiola dan Jurgen Klopp sekaligus, tentang perbedaan kedua pelatih, seperti dilansir Planet Football. 

Mario Gotze

Bersama Guardiola

Jumlah pertandingan: 114

Gol: 36

Trofi: 7

"Pep Guardiola secara teknik adalah salah satu pelatih terbaik. Bermain di bawahnya memperkaya diri," kata Gotze kepada DANZ pada 2018.

"Tapi, saya merasa dia hanya memikirkan apa yang di lapangan dan meninggalkan orang-orangnya. Empatinya kurang besar. Pelatih kelas dunia butuh empati, setiap atlet juga manusia, dan Anda harus mengombinasikan keduanya," imbuh Gotze.

Bersama Klopp

Jumlah pertandingan: 116

Gol: 31

Trofi: 3

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Tak mudah bagi saya (bekerja di bawah Pep), karena saya datang dari Klopp, yang seperti bapak sepak bola. Klopp tertarik membawa saya ke Liverpool. Saya juga tertarik bekerja bersamanya lagi. Dia pelatih kelas dunia dan itulah mengapa dia selalu menjadi opsi," kata Gotze. "Saya masih berhubungan dengan Jurgen, tentu saja. Dia mengajari saya segalanya tentang sepak bola profesional. Saat itu, saya masih berusia 17 tahun dan datang dari tim muda. Dia mengajari saya segalanya. Dia membiarkan saya bermain," imbuh dia.

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan