Alasan Mulia Kobe Bryant ke Mana-Mana Naik Helikopter

Kobe Bryant meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di California, AS, Minggu (26/1/2020).

Diterbitkan 29 Januari 2020, 17:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dari pernikahannya dengan Vanessa, tanggung jawab Kobe Bryant semakin besar setelah Tatiana lahir pada tahun 2003. Menyusul kemudian Gianna atau Gigi tiga tahun kemudian. Keceriaan di keluarga mereka semakin lengkap dengan kehadiran dua putri lainnya, Bianka (2016) dan Capri (2019).

Kehadiran mereka telah mengubah hidup Kobe Bryant. Mereka memilih menjauh dari ingar-bingar kota Los Angeles atau Beverly Hills dan memilih tinggal di Huntington Coast bagian dari Huntington Beach.

Mengingat LA Lakers bermain di pusat kota dan berlatih di El Segundo yang dekat bandara, Huntington memberi kenyamanan Kobe sekeluarga. "Orang-orangnya luar biasa," kata Kobe berkali-kali.

Namun kenyamanan ini menurut Wetzel harus dibayar mahal. Sebab sehari-hari lalu-lintas menuju lokasi latihan dan arena pertandingan amburadul. Macet dan memakan waktu hingga sejam.

"Bahkan saat akhir pekan, lalu-lintas sangat buruk," tulis Wetzel mengutip wawancara Kobe dalam acara Barstool Sports’ “The Corp” podcast in 2018. "Dan saya melewatkan waktu bermain di sekolah karena saya terjebak kemacetan. Dan situasinya bertambah parah. Saya harus mencari cara untuk bisa latihan dan fokus pada pekerjaan namun tidak sampai mengorbankan waktu dengan keluarga. Jadi sejak saat itulah saya mulai beralih dengan helikopter," kata Kobe Bryant saat itu.

Membeli Waktu

Miliarder Mark Cuba selalu mengatakan, ada satu yang tidak bisa dibeli dengan uang: waktu. Namun Kobe Bryant tetap mencobanya. Dengan uangnya, Kobe Bryant terbang di atas kemacetan demi memuaskan hasratnya bermain habis-habisan bersama Lakers sembari tetap menjadi ayah yang ideal. 

"Rutinitas saya selalu sama. Bangun pagi, mengantar anak ke sekolah, terbang, latihan seperti orang gila, melakukan pekerjaan tambahan, media, dan hal lain yang saya perlu kerjakan. Terbang lagi dan ke parkiran mengambil mobil lalu menjemput anak pulang sekolah," beber Kobe Bryant. 

Seperti halnya ayah atau ibu lainnya, Kobe Bryant memang menjadi penghuni setia parkiran sekolah Orange County. Bukan sekadar rutinitas, tapi dia mencintai kegiatan tersebut. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan