Kobe Bryant Meninggal Dunia, Ini Percakapan Pilot Helikopter Sebelum Kecelakaan

Pilot helikopter yang membawa Kobe Bryant sempat meminta izin terbang dengan menggunakan visual khusus atau SVFR.

Diterbitkan 29 Januari 2020, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, California - Satu persatu teka-teki yang menyelimuti kematian Kobe Bryant mulai terungkap. Rekaman percakapan antara pilot dan menara pengawas menjelaskan kondisi perjalanan mereka saat itu. 

Kobe Bryant mengalami kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Los Angeles, AS, Minggu lalu atau Senin dini hari WIB. Sembilan orang tewas, termasuk Kobe dan putrinya, Gianna Bryant (13). 

Dilansir berbagai dari berbagai sumber, Kobe Bryant tengah dalam perjalanan menuju training camp Mamba Sports Academy saat insiden itu terjadi. Mantan pemain La Lakers itu rencananya akan menghadiri acara coaching clinic sekaligus menemani putrinya bertanding pada turnamen Mamba Cup. 

Kobe Bryant bertolak dari bandara Orange, LA menggunakan helikopter jenis Sikorsky S-76B yang dikendalikan pilot Ara Zobayan. Menurut pebelusuran  FlightRadar24.com, mereka lepas landas pada pukul 09.06 waktu setempat. Helikopter itu terbang dari sisi selatan menuju sisi utara Los Angeles. 

Bryant dijadwalkan melatih tim basket usia muda pada pukul 12.00 di Thousands Oaks California. Sementara putrinya, Gianna, dan dua rekannya yang juga ikut dalam penerbangan tersebut, yakni Alyssa Altobelli and Payton Chester juga akan menjalani pertandingan bersama tim mereka. 

Kabarkan Cuaca Buruk

Perjalanan awalnya tanpa kendala. Namun sekitar pukul 09.21, helikopter Kobe tampak berputar-putar di atas Glendale, California, dekat Kota Burbank. Menara pengawas kemudian memperingatkan pilot.

"Helikopter 2EX, bertahan di luar wilayah udara Burbank Kelas C. Ada pesawat terbang di sekitar," kata seorang pengawas lalu lintas udara seperti dilansir dari CNN.

"2EX bertahan," jawab pilot Zobayan yang punya pengalaman terbang selama 20 tahun.

Tidak lama berselang, rekaman audio kontrol lalu lintas udara menunjukkan Zobayan meminta izin SVFR kepada menara pengawas. SVFR merupakan izin terbang dengan visual khusus. Aturan ini memungkinkan pilot terbang dalam kondisi cuaca lebih buruk dari yang diizinkan aturan visual biasa.

Pilot terkadang meminta izin SVFR di tengah penerbangan jika kondisi cuaca tiba-tiba berubah. Izin yang diberikan biasanya dengan pertimbangan tetap berhubungan dengan kontrol lalu lintas udara.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Percakapan kemudian terjadi lagi pada pukul 09.24. "Ini akan sedikit...." ujar menara pengawas saat pilot melanjutkan komunikasinya. "Oke kami akan terus bertahan," ujar pilot Zobayan. Pada pukul 09.33, menara pengawas meminta Zobayan 5 Freeway dan mempertahankan SVFR. Saat itu, helikopter terus terbang ke arah utara. Zobayan lalu menjawab permintaan tersebut. "Pertahankan special VFR atau di bawah 2500, I-5 ke utara," ujarnya.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan