5 Cara yang Perlu Ditempuh MU agar Kembali Jadi Klub Besar

MU terpuruk sejak berakhirnya era kepelatihan Sir Alex Ferguson.

Diterbitkan 28 Januari 2020, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sejak ditinggal Ferguson tujuh tahun lalu, ada empat manajer telah ditunjuk dengan membawa sistem bermain yang berbeda.

David Moyes tidak memiliki waktu yang cukup untuk menerapkan sistem bermainnya. Louis van Gaal berbicara tentang filosofi selama dua tahun, namun sedikit memberi bukti di lapangan.

Sementara Jose Mourinho bermain dengan sepak bola pragmatis.

Manchester United perlu mendatangkan manajer yang tepat dan mampu mengimplementasikan filosofinya di lapangan. Mereka perlu meniru Guardiola dan Jurgen Klopp yang mampu memberikan filosofi yang jelas bagi Manchester City dan Liverpool.

3. Berhenti Bicara Masa Lalu dan Terima Kenyataan

Penggermar Manchester United selalu bangga klubnya paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris. Tetapi kenyataannya mereka tidak lagi dianggap sebagai klub elite setelah hasil di lapangan berbicara.

Setan Merah belum meraih juara di Liga Champions sejak 2009 dan Premier League sejak 2013. Setelah Ferguson pensiun, Red Devils dalam masa-masa sulit.

Fans sering kali berpegang pada tradisi klub yang menghasilkan pemain legendaris dari akademi United. Namun, itu seperti harapan palsu pada saat-saat ini.

Marcus Rasford adalah satu-satunya pemain akademi yang benar-benar masuk tim utama dalam dekade terakhir. Sementara Scott McTomminay masih terlalu dini untuk mengukur kontribusinya bagi klub.

Manchester United jauh di bawah Manchester City dan Liverpool. Itu membuat beberapa talenta top dunia tertarik bergabung  ke sana. Sebaiknya fans perlu menerima ini, membatasi harapan, dan berusaha menerima kenyataan.

4. Banyak Bersabar

Selama hampir dua dekade, Manchester United menyombongkan diri sebagai klub primadona. Mereka sukses meraih trofi demi trofi, serta memamerkan sepak bola menyerang yang menyenangkan untuk ditonton.

Beberapa pemain terbaik di dunia mengenakan jersey klub dan memamerkan keahlian mereka. Para penggemar pun benar-benar menantikan saat tim kesayangan turun ke lapangan.

Namun, semua itu berbanding terbalik dalam beberapa tahun terakhir. Sikap apatis, kekecewaan dan marah adalah perasaan fans untuk menggambarkan Manchester United saat ini.

Manchester United masih butuh waktu lama untuk menemukan kembali jati diri. Setan Merah bisa berkaca dari Liverpool yang mampu bertahan dari cacian untuk kembali perkasa. The Reds baru kembali perkasa dalam beberapa tahun terakhir.

5. Bebaskan Diri dari Bayang-bayang Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson merupakan manajer Manchester United paling sukses sepanjang masa. Selama melatih Iblis Merah, ia mempersembahkan 38 trofi.

Itu berarti, Ferguson menyumbang 60 persen dari total trofi Manchester United. Manajer penggantinya pasti memiliki beban yang sangat berat.

Sudah ada empat pelatih yang datang dan pergi setelah Ferguson pensiun. Mereka dicap gagal mengangkat performa tim seperti ere Ferguson.

Beberapa mantan pemain Manchester United seperti, Gary Neville, Paul Scholes, Roy Keane, dan Rio Ferdinand kerap bersuara di media tentang jalan keluar Manchester United dan bagaimana caranya.

Namun, mereka selalu bertumpu pada cara Ferguson dulu. Padahal dinamika sepak bola saat ini jauh dengan masa lalu. Manchester United akan semakin tertinggal jika kembali menggunakan metode itu.

Disadur dari Bola.com (penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Yus Mei, Published 28/1/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Hanif Sri Yulianto, Thomas, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan