6 Serba-Serbi Menarik Kandidat Pelatih Timnas Indonesia Ruud Gullit

Legenda AC Milan Ruud Gullit termasuk salah satu calon pelatih baru timnas Indonesia.

Diterbitkan 05 Desember 2019, 09:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Empat tahun setelahnya, Ruud Gullit kembali memasarkan lagu dengan judul "South Africa". Sayang, eksistensi Gullit di bidang tarik suara tak begitu cemerlang. Ia disebut lebih beruntung berkarier di dunia sepak bola.

3. Performa Menurun setelah Dihantam Cedera

Ruud Gullit merasakan puncak prestasinya kala berseragam AC Milan. Sayang, cedera lutut berkepanjangan membuatnya harus disingkirkan ke Sampdoria pada 1993 dan ke Chelsea pada 1995.

Meski cedera kaki yang menghantamnya cukup menganggu, Gullit tetap memberikan yang terbaik untuk klub yang dibelanya. Bahkan, di ujung kariernya bersama Chelsea, Ruud Gullit masih memberikan gelar Piala FA.

4. Menulis Buku

Bukan hanya moncer di lapangan, Ruud Gullit juga dikenal sebagai pria cerdas. Buktinya, ia pernah menerbitkan dua buku.

Dua buku tersebut berjudul "How To Watch Soccer" dan "Ruud Gullit Autobio". Sesuai dengan judulnya, dalam buku pertamanya itu Gullit mencoba mengajak pembaca untuk memahami sepak bola dengan baik.

Sementara pada buku keduanya, mantan pelatih AC Milan itu mencoba bercerita tentang kehidupan pribadi dan sederet prestasinya.

5. Sempat Bersitegang dengan Klub asal Russia

Pada 2011, Ruud Gullit sempat menghebohkan pemberitaan. Pria yang kini berusia 57 tahun tersebut pernah bersitegang dengan klub asal Rusia, Terek Grozny.

Perselisihan itu dimulai kala Gullit dianggap tidak profesional. Setelah 18 bulan teken kontrak, Gullit tak kunjung melaksanakan tugasnya sebagai pelatih.

Manajemen Terek Grozny bahkan sempat memberi ultimatum kepada Gullit. Menurut manajemen, Ruud Gullit memilih ke bar ketimbang mengawal latihan pemain Terek Grozny.

6. Pernah Latih 6 Klub Besar

Setelah memutuskan pensiun pada 1998, Ruud Gullit mulai menjajal panasnya kursi pelatih. Setidaknya, ada enam klub besar yang pernah ditangani Ruud Gullit.

Enam klub tersebut adalah Chelsea, Newcastle United, Feyenoord Rotterdam, LA Galaxy, dan Terek Grozny. Sayang, performanya sebagai pelatih tak begitu moncer.

Ia hanya berhasil membersembahkan satu gelar saja sepanjang kariernya sebagai pelatih. Gelar tersebut direngkuh Gullit bersama Chelsea yakni Piala FA.

Disadur dari Bola.com (Penulis Hesti Puji Lestari/Editor Yus Mei, Published 4/12/2019)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Hesti Puji Lestari, Thomas, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan