Sukses

5 Alasan MU Harus Menjual Paul Pobga

Manchester - Paul Pogba kembali bergabung dengan Manchester United (MU) dengan ekspektasi besar. Tapi, penampilan gelandang asal Prancis sejauh tersebut masih jauh dari harapan. Ia terlihat kesulitan menunjukkan permainan terbaik di Red Devils.

MU menjadikan Pogba sebagai pemain termahal dunia pada tahun 2016. Ia ditebus dengan biaya yang mencapai 105 juta euro.

Gelandang asal Prancis itu diharapkan bisa menjadi pembeda di lini tengah Setan Merah. Sayangnya, Pogba tidak bisa menunjukkan performa yang konsisten.

Pogba sudah memberikan tanda-tanda bahwa ia mungkin akan pergi musim panas mendatang. Beberapa penggemar mendukungnya untuk bertahan, sementara mayoritas menginginkan dia pergi.

Setan Merah dengan tegas masih enggan melepas pemain berusia 26 tahun ke klub lain. Namun, ada baiknya kalau mereka menjual Pogba di bursa transfer.

Berikut ini lima alasan Paul Pogba harus berpisah dengan MU:

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 6 halaman

Sudah Tak Kerasan Bermain di Old Trafford

Sepanjang musim panas adalah bukti keinginan Paul Pogba yang kuat untuk meninggalkan Manchester United. Dia tidak bisa melihat dirinya bermain di klub yang bahkan tidak ada di Liga Champions.

Sikap ini menunjukkan kurangnya komitmen sang pemain terhadap klub. Pogba hanya mempedulikan memenangkan gelar yang belum ada di lemari trofinya.

Pogba masih berpikir bahwa bermain untuk Zinedine Zidane akan membuatnya mewujudkan hal tersebut. Itulah sebabnya dia bersikeras untuk pergi pada musim panas lalu meski tanpa hasil.

Setan Merah harus memahami bahwa mereka tidak memiliki alasan untuk mempertahankan pemain yang tidak ingin bersama mereka.

3 dari 6 halaman

Performa Tak Stabil

Cedera tidak membantu Paul Pogba pada saat ini. Pemain Prancis sering masuk ruang perawatan dan hampir tidak memainkan banyak pertandingan musim ini.

Tetapi aspek yang paling mengkhawatirkan adalah performanya. Pogba tidak bisa menunjukkan performa yang konsisten selama berseragam Setan Merah.

Salah satu alasan utama Manchester United tidak bisa bersaing dalam beberapa tahun terakhir, adalah karena pemain top mereka tidak bersinar seperti yang seharusnya.

Untuk sekarang ini, bahkan staf pelatih tidak mempercayai Pogba dan mereka masih menunggu sang pemain untuk menampilkan permainan terbaiknya.

4 dari 6 halaman

Tak Bisa Jadi Sosok Panutan

Ada salah satu masalah yang cukup besar di ruang ganti Manchester United. Para pemain muda tidak memiliki panutan yang bisa mereka perhatikan.

Menjadi salah satu pemain termahal di dunia seharusnya cukup bagi Pogba untuk dianggap sebagai salah satu pemain panutan. Namun, ia belum bisa melakukannya.

Pogba belum menunjukkan tanda-tanda kedewasaan atau rasa hormat kepada klub seperti yang dilakukan legenda klub sebelumnya. Ini bisa menjadi salah satu kekurangan terbesarnya.

5 dari 6 halaman

Ego Tinggi

Ketika Pogba pertama kali tiba di Carrington, ada video saat dia berbicara dengan staf klub dan merasa akrab dengan mereka semua. Namun, kondisinya tidak sama dengan staf pelatih dan pemain lainnya.

Meninggalkan klub selama bertahun-tahun mengasingkan Paul dari para pemain yang berada di United selama waktunya di akademi. Selain itu, pengalamannya di Juventus memberi makan egonya yang sudah besar dan itu tidak membantu adaptasinya dengan klub.

Pilihan terbaik bagi Pogba saat ini adalah bermain di klub yang tidak terasa seperti keluarga, Pogba tidak terbiasa dengan lingkungan seperti itu.

6 dari 6 halaman

Tak Memegang Teguh Nilai-nilai Klub

Meskipun pada dasarnya tumbuh di akademi Manchester United, kepribadian Paul Pogba sangat berbeda dari standar Setan Merah.

Pada saat dia merasa perlu mendapatkan terobosan besar, Sir Alex Ferguson menolak memberinya kesempatan dan Pogba pergi untuk bermain di Juventus.

Ketika kembali ke Old Trafford, para penggemar sangat antusias karena kualitas Pogba. Namun, mereka tidak pernah membayangkan betapa sulitnya dia di klub.

Ini adalah pemain yang sudah jelas tidak sesuai apa yang sebenarnya diinginkan para penggemar. Dia tidak mentransmisikan nilai-nilai inti yang sama seperti yang dimiliki legenda Manchester United di masa lalu.

Meskipun pernah mendapat didikan dari Sir Alex Ferguson, Paul Pogba tidak belajar banyak dari para pendahulunya.

 

Sumber asli: Ronaldo.com

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, Published 18/10/2019)

Kini Jose Mourinho Mengaku Dirinya Rendah Hati
Loading
Artikel Selanjutnya
MU Incar Poin Penuh Lawan Tim Promosi
Artikel Selanjutnya
Pochettino Nganggur, Solskjaer Yakin Kursi Manajer MU Tidak Bergoyang