Jelang Lawan Vietnam, Berikut PR Yang Harus Dibenahi Timnas Indonesia

Ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 juga dipakai AFC untuk Kualifikasi Piala Asia 2023. Timnas Indonesia setidaknya harus menduduki peringkat ke-3 klasemen Grup G agar bisa dapat lawan enteng di lanjutan Kualifikasi Piala Asia.

Diterbitkan 12 Oktober 2019, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Timnas Indonesia belum mendapat hasil bagus di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah kalah dalam tiga laga. Kini timnas Indonesia hanya berharap bisa lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

Ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 juga dipakai AFC untuk Kualifikasi Piala Asia 2023. Timnas Indonesia setidaknya harus menduduki peringkat ke-3 klasemen Grup G agar bisa dapat lawan enteng di lanjutan Kualifikasi Piala Asia.

Mengingat lolos otomatis dengan status juara grup atau runner-up terbaik hampir bisa dibilang amat sulit dilakukan. Kekalahan beruntun dari Malaysia (2-3), Thailand (0-3), dan Uni Emirat Arab (0-5) jadi penyebabnya. Timnas Indonesia kini tersudut jadi juru kunci dengan rekor kebobolan 11 gol!

Masih ada lima laga sisa yang bisa dimaksimalkan untuk memperbaiki posisi, salah satunya laga melawan Vietnam. Timnas Indonesia akan menjamu Tim Paman Ho di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Kans untuk memenangi laga masih amat terbuka, jika melihat rekor pertemuan antarkedua negara kawasan Asia Tenggara. Namun tentu untuk bisa mendulang poin absolut, Simon McMenemy perlu melakukan perbaikan kilat.

Performa timnas Indonesia di tiga laga sebelumnya bisa dibilang jauh dari memuaskan. Banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibereskan nakhoda asal Skotlandia itu. Apa-apa saja?

Performa Kiper

Kinerja kiper-kiper Timnas Indonesia di tiga laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 jadi sorotan. Baik Andritany Ardhiyasa yang bermain di laga melawan Thailand dan Malaysia, serta Wawan Hendrawan saat duel kontra UEA, melakukan blunder yang merugikan Tim Garuda.

Tengok saja apa yang dilakukan Wawan. Gara-gara ia salah posisi mengantisipasi tendangan jarak jauh salah satu pemain UEA di pengujung babak pertama, Timnas Indonesia yang sempat membuat kubu lawan kerepotan dengan strategi strategi bertahan yang solit, harus kebobolan. Skor 0-1 membuat para pemain Tim Merah-Putih mendadak lesu darah.

Selanjutnya, Wawan tanpa ampun dibobol empat gol, yang mayoritas di antaranya begitu mudah terjadi karena lini pertahanan timnas mati angin menahan badai serangan UEA.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kelihatan Wawan yang baru menjalani debut bersama timnas, gugup tak siap menghadapi tekanan laga internasional. Realitanya baik Wawan dan Andritany adalah kiper terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Pilihan lain sebagai alternatif adalah Muhammad Ridho. Penting bagi Simon dan para asistennya membangkitkan kepercayaan diri kiper-kiper yang ada. Secara kualitas teknik mereka adalah pemain berkualitas.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan