5 Fakta Menarik Julian Naglesmann: Kandidat Manajer Baru MU

Julian Nagelsmann menjadi kandidat kuat menangani Manchester United. Pihak Manchester United sudah mulai mendekati sang pelatih.

Diterbitkan 10 Oktober 2019, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Hal itu yang membuat Nagelsmann memutuskan pensiun sebagai pemain sepak bola pada usia 20 tahun. Padahal, secara postur Nagelsmann memiliki postur ideal sebagai bek tengah, yakni tinggi 190 cm.

Sayang, ia tak pernah bisa 'mengalahkan' cedera yang menimpanya. Beberapa pihak menilai, seharusnya Julian Nagelsmann bisa memerpanjang masa karier andai tim dokter bisa sigap dan langsung mendapatkan perawatan memadai.

 

3. Pernah dimentori Thomas Tuchel

Thomas Tuchel adalah sosok penting bagi karier Julian Nagelsmann di dunia kepelatihan. Saat itu, Thomas Tuchel masih melatih Augsburg, klub terakhir yang dibela Julian Nagelsmann.

Sejak Julian Nagelsmann mengalami cedera lutut dan harus gantung sepatu, Thomas Tuchel membantunya dalam menemukan sisi lain dari sepak bola. Tuchel meminta Julian Nagelsmann mengamati jalannya pertandingan.

Strategi dan taktik dipelajari Julian Nagelsmann di bawah arahan Tuchel. Meski tak pernah terbukti di lapangan, ia punya kecerdasan bak Jose Mourinho. Secara 'ajaib', Julian Nagelsmann sanggup menyerap dengan cepat pelajaran dari Tuchel.

 

4. Tak gunakan media sosial

Sebagian besar orang yang berada di usia produktif memiliki akun media sosial. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Julian Nagelsmann.

Arsitek tim RB Leipzig tersebut sama sekali tidak memiliki akun media sosial. Tidak lama setelah menjadi manajer Hoffenheim, Julian Nagelsmann langsung membuat akun Instagram dan Facebook.

Tidak menunggu lama, Nagelsmann langsung mendapatkan 42.000 pengikut akun media sosial miliknya. “Saat menjadi pelatih, Anda tidak perlu berselancar di media sosial," ungkap Nagelsmann.

 

5. Gaya permainan yang efektif

Julian Nagelsmann kerap menggunakan formasi 3-4-1-2. Ketika menyerang, Nagelsmann mengandalkan area sayap dalam membangun serangan.

Operan cepat selalu menjadi makanan sehari-hari di lapangan bagi para anak asuhnya. Berbekal skema ini, sebuah tim mudah dalam melakukan serangan balik.

Pada skenario tersebut, butuh striker utama yang tajam dalam melakukan penyelesaian akhir. Skema ini cocok dengan Manchester United yang memiliki pemain yang cepat.

Namun, tidak adanya striker yang mematikan menjadi PR tersendiri bagi Nagelsmann dalam menerapkan skema ini seandainya mendapatkan kesempatan melatih Manchester United. (Bola.com/Tegar Juel)

Sumber: Bundesliga

Disadur dari Bola.com (Penulis Nurfahmi Budiarto, Editor Nurfahmi Budiarto, published 10/10/2019).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Nurfahmi Budi, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan