Kenapa Timnas Indonesia Melempem di Kualifikasi Piala Dunia 2022?

Pendapat Lalu Mara Satriawangsa perihal melempemnya penampilan Timnas Indonesia saat melawan Malaysia dan Thailand.

Diterbitkan 18 September 2019, 18:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sampai menit ke 60, menurut saya tidak ada masalah. Tapi, setelah itu, timnas bermasalah karena kekuatan fisik menurun jauh, yang berpengaruh pada konsentrasi pemain.

Memperbaiki fisik pemain tidak bisa dilakukan seketika, apalagi saat pemain dipanggil ke timnas, tapi harus dilakukan sejak usia dini. Pertanyaanya, apakah semua klub di level usia dini punya pelatih fisik? Apakah semua klub di liga 1, 2 dan 3 punya pelatih fisik dan atau program peningkatan fisik pemain?

Sedari awal saya menganggap naturalisasi bukan solusi, juga bukan jalan pintas yang tepat untuk meningkatkan kinerja timnas untuk menjadi sebuah tim yang kompetitif.

Pembinaan Berjenjang dan Berkualitas

Jadi ini bukan salah Simon McMenemi sebagai pelatih timnas semata. Tapii, semata-mata bahan bakunya memang sampai di sana bisanya. Tidak bisa dinaikkan lagi. Mau pakai taktik apa pun dan briefing seperti apa, kalau fisik sudah tak kuat, ya mubazir.

PSSI harus memikirkan soal pembinaan yang berjenjang dan berkualitas. PSSI harus melibatkan ahli-ahli sport science untuk menyusun program dan pemassalannya.

PSSI jangan berpikir ramainya kompetisi saja. Bahwa kompetisi perlu itu betul, tapi kalau output kompetisi seperti sekarang, ya rugi juga. Uang yang keluar buat kompetisi ini ratusan miliar dalam satu musim kompetisi. Tapi, hasilnya kan tidak ada bila dilihat timnas yang tidak kompetitif. Ya buat apa?

Terkait kompetisi, PSSI perlu mengambil kebijakan cukup tiga pemain asing, dua bermain dan satu cadangan. Sekarang dengan kebijakan seperti saat ini, lihat saja daftar top scorer, tak ada pemain lokal! Ini tidak baik bagi pembinaan dan timnas itu sendiri.

*Lalu Mara Satriawangsa, pemerhati sepak bola yang juga pembina Arema FC

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aning Jati, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan