5 Catatan Minor Simon McMenemy Saat Malaysia Permalukan Timnas Indonesia

Simon McMenemy dibuat kecewa usai Timnas Indonesia dipermalukan Malaysia dengan skor 2-3. Bagaimana performa Tim Merah-Putih di bawah komandonya?

Diterbitkan 07 September 2019, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta- Timnas Indonesia membuat fans Garuda kecewa karena tersingkir di penyisihan Piala AFF 2018. Bima Sakti saat itu disebut-sebut gagal total untuk mewarisi strategi Luis Milla yang tak melanjutkan kontraknya di Indonesia.

Simon McMenemy didatangkan PSSI untuk memperbaiki keadaan. Wajar jika masyarakat kecewa. Pasalnya Timnas Indonesia yang ditukangi Alfred Riedl di Piala AFF 2016 berstatus runner-up turnamen. Selepas itu, Tim Garuda asuhan Luis Milla tampil memesona di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Di tangan Bima performa timnas melorot.

Keputusan PSSI menunjuk dirinya gegabah, mengingat jam terbang sebagai pelatih kepala Bima amat minim. Walau selama dua tahun terakhir ia jadi asisten Luis Milla.

Simon datang untuk mengembalikan trek timnas. Pelatih asal Skotlandia itu, beberapa tahun terakhir berkecimpung di dunia sepak bola Indonesia. Ia sukses mengantar klub kuda hitam Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.

Start Simon lumayan bagus di awal masa tugasnya. Di tiga uji coba internasional, Timnas Indonesia mengantungi dua kemenangan. Melawan Myanmar, timnas menang 2-0. Bersua Vanuatu Evan Dimas dkk. unggul 6-0.

Hanya tetap ada catatan, saat meladeni Yordania, Tim Merah-Putih asuhan Simon kalah 1-4.

"Saya butuh waktu untuk membangun soliditas Timnas Indonesia. Laga uji coba hanya bagian mencobai pemain, hasil akhir pertandingan bukan target utama," ujar Simon.

Target Simon adalah Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang juga sekaligus menjadi Kualifikasi Piala Asia 2023.

Dan mengawali Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G, Timnas Indonesia kalah 2-3 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2019) malam. Hasil negatif yang tak diharapkan, jika melihat sejarah panjang rivalitas kedua negara di persaingan sepak bola internasional.

Timnas Indonesia tampil bagus di babak pertama, dengan keunggulan 2-1. Namun, begitu memasuki paruh kedua situasi berubah. Malaysia mendikte permainan Indonesia. Skor berbalik di pengujung laga.

Bola.com memberi catatan berkaitan performa Timnas Indonesia saat berhadapan dengan Malaysia. Simak detailnya di bawah ini:

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Simon melakukan perubahan sistem permainan Timnas Indonesia secara draktis. Jika di era Luis Milla dan Bima Sakti timnas bermain dalam tempo lambat dengan penekanan operan pendek merapat ala Spanyol, sekarang Tim Merah-Putih bermain lebih direct (langsung) ala-ala kebanyakan negara Britania Raya. Sistem permainan ini dipakai Alfred Riedl dan berjalan cukup baik. Di mana saat transisi bertahan ke menyerang, pemain belakang langsung menyodorkan umpan-umpan jauh yang dimakan dua sayap sisi ofensif. Saat menghadapi Malaysia, skenario model ini cukup berjalan baik di babak pertama. Alberto Goncalves mencetak gol lewat bantuan dua duo winger, Andik Vermansah dan Saddil Ramdani. Mobilitas duet sayap, Andik Vermansah-Saddil Ramdani, membuat permainan menyerang Timnas Indonesia lebih variatif pada paruh pertama laga.  Keduanya jadi sosok yang berani memegang bola dan kemudian melakukan aksi dribel untuk menusuk ke jantung pertahanan Malaysia. Pasokan bola-bola silang yang mereka geber kerapkali menghadirkan kepanikan di poros belakang Harimau Malaya. Peran keduanya pun amat krusial saat melakukan permainan menyerang kombinasi dengan Beto dan Stefano.  Andik dan Saddil seperti tahu benar menempatkan bola daerah buat Beto serta Stefano. Permainan keduanya lebih hidup karena lini pertahanan Malaysia banyak memunculkan area kosong. Jarak antarbek terlalu renggang. Ditambah lagi bek-bek Malaysia lemah di kecepatan.    

Halaman
Show All
Ario Yosia, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan