Ricuh Suporter di GBK, Pelatih Timnas Malaysia U-22 Kritik Petugas Keamanan Indonesia

Pelatih Timnas Malaysia U-22, Ong Kim Swee, pernah merasakan situasi yang mirip di SUGBK pada SEA Games 2011 ketika laga final.

Diterbitkan 07 September 2019, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Tentang pulang ke hotel menaiki barracuda, kalau itu merupakan cara terbaik untuk menjaga keselamatan pemain dan tim pelatih, kita terpaksa menerimanya. Kita tak bisa menganggap enteng aspek keamanan," ujarnya.

"Jadi, apa yang dilakukan pihak Indonesia dengan menggunakan barracuda, itu keputusan mereka. Ini harus kita patuhi. Namun, saya tak setuju dengan perlakuan terhadap Ultras Malaya, di mana aspek keselamatan agak longgar," sebutnya.

Dalam kesempatan ini mantan pelatih Timnas Malaysia senior ini mengimbau kepada Ultras Malaya untuk memperlihatkan sebagai suporter yang dewasa dan menghormati tim lawan dalam laga kandang kontra Indonesia di Stadion Nasional, Bukit Jalil, 19 November 2019.

"Saya tak setuju kita harus balas dendam terhadap apa yang dilakukan oleh suporter Indonesia. Dalam sepak bola, tak ada istilah balas dendam," katanya.

"Bagi saya, kita tak perlu menuruti emosi untuk membalas dendam. Biar kita buktikan kepada mereka, kita menyambut pengunjung dan tamu dengan hormat," tegas Kim Swee.

Bikin Onar

Pada laga Timnas Indonesia menjamu Malaysia di SUGBK, Kamis malam, pecah kericuhan yang dilakukan suporter perusuh dari pihak tuan rumah. 

Tak hanya membuat keonaran dengan menyerang pendukung Timnas Malaysia di dalam stadion saat pertandingan berjalan, mereka juga membuat aparat keamanan yang disiagakan melakukan tindakan tegas untuk mengatasi aksi-aksi tak sportif yang dilakukan di luar Stadion GBK setelah pertandingan.

Suporter perusuh ini sampai dibubarkan paksa menggunakan water canon.

Di sisi lain, pertandingan ini berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Malaysia, kendati Timnas Indonesia sempat unggul dua kali.

Sumber: Sinar Harian

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aning Jati, Windi Wicaksono, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan