Bintang Muda Leverkusen Jadi Rebutan 7 Klub Elite Eropa, MU Salah Satunya

MU dikabakan ikut memburu gelandang muda Bayer Leverkusen, Kai Havertz, di bursa transfer musim dingin 2020.

Diterbitkan 22 Agustus 2019, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Leverkusen - Tak kurang dari tujuh elite besar Eropa, diberitakan siap bersaing berebut gelandang muda Bayern Leverkusen, Kai Havertz di bursa transfer musim dingin, Januari tahun depan. Mereka adalah yakni Arsenal, Chelsea, Manchester United (MU), Liverpool, Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen

Melansir dari Metro, Kamis (22/8/2019), Kai Havertz adalah bintang muda yang sedang naik daun di Bundesliga. Gelandang 20 tahun itu membuka kesempatan hengkang dari Bayer Leverkusen di bursa transfer musim dingin Januari 2020 mendatang.

Kondisi itu membuat sederet klub Eropa termasuk empat klub besar Premier League, termasuk MU, mengarahkan bidikannya kepada Kai Havertz. Meski demikian, perburuan top elite Eropa itu akan menemui kendala perihal dana.

Melansir sari sumber yang sama, Bayer Leverkusen membanderol pemain asli Jerman itu sebesar 91 juta pounds atau sekitar Rp1,57 triliun. Harga yang bisa dibilang standar mengingat fenomena bursa transfer yang kian jor-joran belakangan ini.

Meski masih muda, Kai Havertz tampil memukau bersama Bayer Leverkusen pada musim 2018-2019. Playmaker kelahiran 1999 itu berhasil mencetak 20 gol dan tujuh assist dalam 42 pertandingan di semua kompetisi musim lalu.  Angka yang terbilang lumayan mengingat usianya masih 20 tahun.

Kai Havertz masih terikat kontrak sampai 2022 dengan Leverkusen. Hal tersebut membuat MU dan klub-klub peminat lainnya harus pandai-pandai mengambil hati manajemen penguasa BayArena itu untuk bisa mengamankan tandatangan Havertz.

Belum Pasti

Semua klub peminat masih berpeluang untuk mengamankan tanda tangan Kai Havertz. Arsenal tak akan mengalami kesulitan finansial untuk mendatangkan Havertz jika Skhodran Mustafi laku terjual.

Havertz mengenal baik Bayern Munchen karena berada di kompetisi yang sama. Sementara itu, Kai Havertz diyakini sebagai satu di antara penggemar Barcelona.

Sementara pesona Manchester United, Liverpool, atau Chelsea tampaknya tidak terbantahkan untuk membawa pemain muda ini datang ke Inggris.

Klub yang memenangkan penawaran diyakini akan diuntungkan. Havertz adalah pemain yang serbabisa. Ia bisa diandalkan di posisi tengah atau dua sisi sayap. Usianya yang masih muda juga bisa menjadi investasi menjanjikan bagi sebuah klub sepak bola.

Sumber: Metro

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Top 3 Berita Bola: Media Argentina Tuduh Marc Cucurella Sindir Tim Tango

Hesti Puji Lestari, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Kai Havertz adalah pemain sepak bola profesional Jerman yang bermain sebagai gelandang serang di Chelsea.
    Kai Havertz adalah pemain sepak bola profesional Jerman yang bermain sebagai gelandang serang di Chelsea.
    Kai Havertz
  • Bola.com
  • Artikel Bola