Sukses

Nasib Alexis Sanchez: Ekspektasi Tak Sejalan Realita

Liputan6.com, Jakarta Kepastian karier penyerang Manchester United (MU) Alexis Sanchez, belum juga berujung. Nasib pemain asal Cile ini, hingga sekarang bisa dikatakan masih terkatung-katung. Belum ada penjelasan resmi apakah penyerang kelahiran 19 Desember 1988 itu, tetap bertahan di Old Trafford atau hengkang ke klub lain.

Masa depan eks pemain Barcelona dan Arsenal itu memang berada di persimpangan jalan. Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, pernah menyatakan Alexis Sanchez bakal jadi bagian penting tim untuk musim 2019-2020.

Tapi, selang beberapa hari, Sanchez malah dikabarkan segera merapat ke Inter Milan dengan status pinjaman. Alasannya: Sanchez sudah tak kerasan di Old Trafford.

Sanchez disebut-sebut akan meninggalkan MU ke Inter dengan status pinjaman seharga 20 juta euro dan opsi pembelian di akhir musim. Malah, kabar terakhir menyebutkan Sanchez sudah akan melakoni tes medis.

Namun, seperti dilaporkan Il Giornale Inter kini malah mulai pesimistis Sanchez akan datang. Laporan itu, mengklaim bahwa Inter ragu Sanchez bisa bergabung dengan tim mereka. karena faktor gaji.

Seperti sudah diketahui, Sanchez merupakan pemain dengan gaji tertinggi di MU. Ia memiliki gaji sebesar 500 ribu poounds per pekan bersama Setan Merah.

Alexis Sanchez diberitakan sudah mau memotong gajinya, namun angka itu masih jauh dari gapaian Inter Milan. Untuk itu mereka tidak yakin Sanchez akan bergabung dengan skuat mereka di musim panas ini.

2 dari 4 halaman

Korban Sistem

Di MU Sanchez mendapat kontrak 4,5 tahun. Tapi, selama 18 bulan berkostum Setan Merah, Sanchez, salah satu pemain dengan gaji terbesar di Liga Inggris, tampil jauh di bawah harapan. Ia hanya tampil 31 kali, lima kali mencetak gol, dan gagal mengangkat penampilan Setan Merah.

Berbarengan dengan itu, pemain yang ingin menjadi bintang film jika sudah pensiun, banyak mendapat tuduhan tak mengenakkan dari publik sepakbola Inggris. Ia dituding "pemalas" dan "racun di ruang ganti".

Robin van Persie, mantan penyerang MU, menganalis ada dua faktor penting di balik penampilan buruk Sanchez bersama Setan Merah. Selain karena ia jadi korban sistem defensif United di bawah Jose Mourinho, Sanchez datang ke Old Trafford pada saat yang tidak tepat.

"Saat segalanya tampak salah di United, sementara pada saat bersamaan Anda juga sedang mengalami periode yang buruk, itu akan jadi sesuatu yang menyulitkan karena media akan menelan Anda bulat-bulat."

3 dari 4 halaman

Temukan Dirinya Sendiri

Di sisi lain, mantan pelatih Cile U-20 Jose Sulantay akan kembali menemukan sentuhan emasnya. Alexis diyakini akan sukses di bawah asuhan Antonio Conte.

"Alexis mengetahui dengan baik kompetisi Serie A dan dalam tim yang kuat dan terorganisir seperti Inter, di bawah perintah pelatih hebat seperti Conte, ia akhirnya dapat kembali ke dirinya sendiri," kata Sulantay.

"Saya yakin dia akan menemukan kembali dirinya dan membantu Nerazzurri untuk berjuang demi target-target besar. Di sisi lain, Alexis memiliki semua syarat untuk bermain di klub top apa pun meski mengalami beberapa musim yang sulit," lanjut Sulantay.

4 dari 4 halaman

Masuk Skema

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, kembali ingin memboyong pemain dari MU. Setelah berhasil mendapatkan Romelu Lukaku, nama lain yang diincar Conte adalah Sanchez.

Seperti dilansir Daily Star, Conte berencana mengadopsi skema 3-4-3 yang membawa kesuksesan saat dirinya mengarsiteki Juventus dan Chelsea. Di mata Conte, Alexis Sanchez berpotensi masuk dalam skema tersebut.

Loading
Artikel Selanjutnya
Hubungan dengan Fans MU Memburuk, Pogba Beli Anjing Penjaga
Artikel Selanjutnya
MU Kalah dari West Ham, McTominay Beber Peringatan Solskjaer