Sukses

Liga Basket Pelajar DBL Seri Jakarta Pakai Instant Replay

Liputan6.com, Jakarta Liga basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DBL 2019 telah memasuki seri Jakarta. Khusus seri Ibukota, dibagi empat region dengan puncaknya digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro pada 18-26 Oktober 2019.

West region mengawali DBL seri Jakarta dari 9 Agustus sampai 16 Agustus 2019. Bertempat di GOR Grogol, 14 tim putra dan enam tim putri akan bersaing menjadi yang terbaik. Dua tim yang lolos ke final akan berlaga di Championship Series Jakarta. 

Juara bertahan DBL seri Jakarta kategori putra tahun lalu, SMA Bukit Sion turun di West Region. Kali ini Bukit Sion sudah tak diperkuat pemain andalanny tahun lalu Darryl Sebastian. Darryl kini masuk timnas basket Indonesia yang diproyeksikan untuk Piala Dunia Bola Basket 2023. 

"Dari animo dan antusias sekolah-sekolah di Jakarta jauh lebih tumbuh dari tahun lalu. Inikan sudah kali kedua DBL Seri Jakarta di bagi menjadi empat region. West Region ini juga mengalami perubahan venue. Sekarang jauh lebih representative," kata Donny Rahardian, Vice President DBL Indonesia. 

DBL Indonesia juga membuat terobosan baru di seri Jakarta ini berupa Instant Replay System di seluruh pertandingan. Teknologi seperti VAR di sepak bola ini akan membantu kerja wasit di momen krusial. 

"IRS ini bisa dipakai di akhir setiap kuarter untuk menentukan last shoot dan juga di dua menit terakhir kuarter keempat," lanjut Donny kepada Liputan6.com, Jumat (9/8/2019).

 

2 dari 2 halaman

Sambut Kemerdekaan

Sementara itu menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, DBL bersama Ardiles menghadirkan sepatu spesial bercorak kemerdekaan. Sepatu AZA 6 hadir dengan warna Merah-Putih. 

Sepatu AZA 6 edisi ”Hari Merdeka” ini diproduksi sangat terbatas. Hanya 1.945 pasang. Rilis serta penjualan perdana produk eksklusif ini dilakukan secara spesial pula. Tepatnya pada hari Senin, 12 Agustus 2019, pukul 17.08 WIB di DBL Store, Pakuwon Mall Surabaya. 

Perubahan drastis dilakukan pada AZA 6 edisi ”Hari Merdeka”. Dari sisi tampilan, merah menyala dipilih sebagai warna utama dipadukan dengan corak putih. Warna merah-putih merupakan penghormatan atas jasa bagi mereka yang gugur dalam pertempuran memperjuangkan kemerdekaan RI. Tetesan darah mereka terwakilkan dari merah menyala. Sementara suci jiwa dan pengorbanan mereka tertuang pada ornamen putih di sekujur sepatu. Padanan merah-putih tersebut berlanjut hingga tali sepatu yang bagian ujungnya juga diberi aksesori berwarna perak untuk menambah kesan mewah.

Di bagian samping, terdapat ornamen bertuliskan “17-8-45 Independence”. Makna mendalam ada di balik bagian tersebut. Pada tanggal itulah puncak dari segala perayaan di bulan Agustus. Proklamasi Kemerdekaan menandai langkah pertama Indonesia sebagai suatu entitas berdaulat di dunia internasional. Lepas dari kungkungan para penjajah.

Sebagai sepatu produk kebanggaan dalam negeri, nuansa Indonesia makin ditegaskan oleh AZA 6 edisi ”Hari Merdeka” ini. Melalui siluet peta barisan pulau-pulau nusantara yang terpampang di samping kanan, kiri, dan depan untuk menggambarkan keberagaman Indonesia. 

 

 

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Perbasi Gelar Seleksi Timnas 3x3 untuk SEA Games 2019
Artikel Selanjutnya
Liga Basket Pelajar DBL 2019 Digelar dari Aceh Sampai Papua