Selain Persija, 2 Tim Ini Juga Enggan Tampil karena Teror Suporter

Teror suporter tuan rumah tidak hanya menyasar Persija Jakarta, dua klub legendaris Tanah Air juga pernah mengalaminya.

Diterbitkan 29 Juli 2019, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tidur para pemain Spurs jelang leg kedua semifinal Liga Champions juga sempat terganggu setelah fans garis keras Ajax, menyalakan petasan dan mercon tak jauh dari hotel mereka. Namun Spurs berhasil melewati teror itu dengan baik. Pada pertandingan yang berlangsung di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, keesokan harinya, Spurs berhasil menang 3-2 dan lolos ke babak final. Spurs yang kalah 0-1 di leg pertama melaju setelah unggul gol tandang.

Di Indonesia, teror suporter tuan rumah terhadap tim tamu juga bukan hal baru. Persija juga bukan satu-satunya yang menolak bertanding gara-gara 'sambutan hangat' tuan rumah.

Pada babak 8 besar Liga Indonesia 2005 lalu, Persebaya menolak bertanding melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, 21/9/2005. Manajer Persebaya kala itu, Saleh Ismail Mukadar, enggan membawa pasukannya ke arena pertarungan karena khawatir dengan keselamatan Bonek yang tengah berada di Jakarta.

Menurutnya, sejumlah Bonek terluka usai diserang di ibu kota. Dia juga menyampaikan sebagian juga hilang saat tiba di Pulo Gadung. Saleh lalu menyampaikan kondisi ini kepada Walikota Surabaya, Bambang DH yang kemudian memintanya memulangkan Persebaya.

Saleh lau mengembalikan trofi Liga Indonesia kepada wartawan dan menolak bertanding melawan Persija Jakarta di laga terakhir babak 8 besar grup A. Dalam dua pertandingan sebelumnya, Persebaya bermain imbang 2-2 melawan PSM dan kalah 0-1 dari PSIS.

Akibat kejadian ini, Persebaya dinyatakan kalah WO dan Persija menang 3-0 tanpa memeras keringat. Persija yang sebelumnya menang 1-0 atas PSIS dan seri 1-1 melawan PSM akhirnya menempati posisi tertasa dan melaju ke babak final dengan koleksi 7 poin.

Akibat mundurnya Persebaya, PSIS menjadi tim yang paling dirugikan. Sebab Mahesa Jenar akhirnya harus puas berada di urutan kedua dengan koleksi 6 poin. Padahal, PSIS bisa saja lolos bila Persebaya Surabaya memilih tetap bertanding melawan Persija Jakarta.

Persib Bandung

Selain Persebaya, Persib Bandung juga beberapa balik kanan usai mendapat teror dari suporter tuan rumah. Salah satunya terjadi pada Liga Indonesia, 4 September 2005 lalu.

Saat itu, Maung Bandung menolak hadir di Stadion Lebak Bulus untuk berhadapan dengan Persija Jakarta. Persib memutuskan kembali ke Bandung dengan alasan keamanan setelah suporter tuan rumah memenuhi arena pertarungan hingga ke pinggir lapangan. 

Sehari sebelumnya, Persib juga mengalami teror dari sekelompok oknum Jakmania yang menyerang pemainnya usai menjalani latihan resmi. Tidak hanya sepanjang latihan , pemukulan dan pelemparan bahkan menimpa pemain Persib saat hendak masuk ke bus.

Enggan bertanding, Persib akhirnya dinyatakan kalah WO. 

Persib juga memilih pulang ke Bandung pada 22 Juni 2013 lalu. Maung Bandung yang seharusnya bertemu Persija Jakarta memilih balik kanan setelah dilempari batu hingga bom molotov oleh pendukung tim tuan rumah tak lama usai meninggalkan Hotel Kartika Chandra. Persib akhirnya batal ke Stadion Utama Gelora Bung Karno dan memilih pulang ke Bandung. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

 

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan