Profil Klub Shopee Liga 1 2019: Semen Padang Bidik Papan Atas

Semen Padang punya sejarah panjang di sepak bola Indonesia dan kini kembali untuk membidik papan atas di Shopee Liga 1 2019.

Diterbitkan 15 Mei 2019, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Semen Padang pernah berjaya di sepak bola nasional. Tim berjulukan Kabau Sirah ini pernah berjaya di kompetisi era Galatama dan menjadi juara Galatama di 1992.

Prestasi Semen Padang di kancah perserikatan, Divisi Utama dan ISL (nama sebelum Liga 1) juga tak buruk-buruk amat. Mereka selalu bersaing di papan atas sebelum terpuruk di 2017 lalu karena degradasi ke Liga 2. 

Kini, Semen Padang kembali ke Shopee Liga 1 2019. Mereka pun ingin kembali meraih prestasi maksimal dengan membidik posisi papan atas (peringkat 5 besar) di akhir musim.

Kapasitas Semen Padang dianggap tak perlu diragukan lagi. Hanya butuh waktu satu tahun untuk bisa kembali berkiprah di kompetisi kasta teratas.

Setelah terlempar ke Liga 2, Irsyad Maulana dkk. berhasil kembali menunjukkan semangat juang urang awak yang menjadi ciri khas permainan Semen Padang.

Jelang Liga 1 2019, Semen Padang lebih serius menyiapkan skuat. Manajemen melakukan perombakan besar guna bisa bertahan dalam persaingan sengit di Liga 1 dan merealisasikan target.

Mereka cukup agresif di bursa transfer kali ini dengan mengganti hampir 50 persen pemain lama. Walau tak ada nama besar, manajemen dan tim pelatih sepakat mendatangkan pemain-pemain macam Teja Paku Alam, Syaiful Indra Cahya, Dedi Gusmawan, serta deretan pemain asing, Jose Sardon (Argentina), Shukurali Pukatov (Uzbekistan), Alberto Barcia (Argentina), dan Karl Max Bathelemy (Chad).

Optimisme tak kalah tinggi juga disampaikan Teja Paku Alam, yang diplot sebagai kiper utama Semen Padang musim ini. Ia yakin, tim daerah asalnya mampu bersaing di Liga 1, meski berstatus sebagai tim promosi.

"Dengan materi pemain ditambah motivasi yang besar, kami yakin mampu merealisasikan target papan atas di akhir klasemen nanti, dan tidak sekadar numpang lewat," ucapnya.

Syafrianto Rusli (Pelatih)

Syafrianto Rusli layak mendapat apresiasi setelah jadi aktor di balik keberhasilan Semen Padang promosi di akhir musim lalu. Juru taktik yang juga piawai dalam meramu strategi futsal itu mampu mengembalikan Semen Padang ke Liga 1 setelah terdampar di Liga 2 selama satu tahun.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Syafrianto mampu merestorasi klub kebanggaan urang awak, meski dihuni pemain seadanya. Terbukti, ia mampu memadukan pemain-pemain muda, seperti Rendy Oscario, dan dengan pemain senior, seperti Irsyad Maulana, hingga mematahkan ekspektasi publik. Awalnya tak sedikit yang meragukan kemampuan melatih Syafrianto Rusli. Pasalnya, ia pula yang tak mampu menyelamatkan Semen Padang dari jurang degradasi di kompetisi musim 2017 setelah mengambil alih posisi Nilmaizar, yang tak mampu mengangkat kinerja tim pada saat itu. Syafrianto Rusli mengatakan, pihaknya telah siap menghadapi keras dan ketatnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. Ia merasa yakin dengan kualitas tim yang ada saat ini. Meski begitu, ia mengaku siap mundur jika Kabau Gagal menunjukan performa terbaiknya dalam tiga laga kandang di Padang. Ia mengakui ekspektasi tinggi muncul dari suporter setelah mereka terdegradasi ke Liga 2 pada musim 2017, dan berhasil promosi lagi pada musim 2018. “Saya sudah berdiskusi dengan pemain dan manajemen terkait rencana di Liga 1. Saya bersedia mengundurkan diri dari tim jika kalah tiga kali beruntun di kandang. Lebih baik saya jatuh daripada tim yang harus jatuh. Kami terus melakukan pembenahan, tidak hanya teknik semata, juga secara psikologi dan hal penting lainnya,” ungkap Syafrianto. Syafrianto menegaskan ia sangat yakin dengan kualitas pemain yang ada saat ini. "Meski banyak pemain muda, secara perlahan mereka akan berproses dalam kompetisi ini dan menjadi pemain berkualitas nantinya," tambahnya.

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan