Bekuk Momo Vampire, CLS Buka Peluang ke Final ABL

CLS menang di kandang pada gim pertama saat menjamu Momo Vampire.

OlehThomas
Diterbitkan 22 April 2019, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta CLS Knights Indonesia berpeluang besar lolos ke final ABL 2018-2019. Klub yang bermarkas di Surabaya itu berhasil merebut gim pertama semifinal setelah menang atas tim asal Thailand Mono Vampire Basketball Club 86-77, di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (21/4/2019).

Kemenangan ini membuat CLS unggul 1-0 atas Momo Vampire. Gim kedua akan dimainkan di kandang Momo Vampire pada 24 April mendatang. Jika menang lagi, CLS akan lolos ke final. Andai lolos ke final, CLS sudah ditunggu wakil Singapura, Singapore Slingers.

Jalannya pertandingan cukup ketat di dua kuarter awal, baik CLS Knights dan Mono bermain dengan imbang. Namun pada 10 menit pertama Mono Vampire Thailand berhasil memimpin 23-21. Hal itu di karenakan penampilan agresif Tyler Lamb yang di ikuti oleh kapten tim mereka Romeo Travis, Keduanya total menyumbang 13 angka untuk membawa keunggulan sementara timnya (Lamb tujuh angka dan Travis enam).

Kuarter berikutnya tuan rumah bangun dari tidurnya. Pengatur serangan CLS Knights, Douglas Herring Jr yang sebelumnya berhasil mengemas enam poin, turut menjadi salah aktor kebangkitan timnya. Enam angka tambahan lagi akhirnya berhasil di buatnya, sekaligus mengoleksi 12 poin yang ia cetak hingga paruh babak pertama. Tapi momentum kebangkitan CLS Knights justru di ciptakan oleh Maxie Esho lewat dunk yang ia buat memanfaatkan umpan Arif Hidayat, kedudukan pun imbang 40-40 dan skor tersebut sekaligus menutup kuarter kedua.

CLS Knights baru bisa bermain lepas pada kuarter ketiga. Brandon Jawato mengawalinya lewat satu aksi penetrasi lay up yang mengubah kedudukan menjadi 44-42. Beberapa menit kemudian, pemain berdarah Bali tersebut berhasil memaksa andalan Mono Vampire Michael Slingetary untuk mendapatkan foul ketiganya, tidak berhenti sampai di sini, Brandon juga mendapatkan dua tembakan bebas yang berhasil ia eksekusi dengan baik (46-44).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Mental lawan akhirnya goyah saat CLS Knights kembali melakukan dua kali tembakan tiga angka beruntun di sisa tiga menit kuarter ketiga, plus dua poin yang di hasilkan Arif Hidayat, memaksa pelatih Mono Vampire, Singhasene Tongkiat mengambil waktu jeda (skor 54-48). Tapi CLS selanjutnya tanpa ampun menghukum Mono Vampire di kuarter ini bahkan unggul 15 poin (63-48). Tuan rumah akhirnya menyudahi perlawanan Mono Vampire pada kuarter pamungkas dan tinggal menunggu satu kemenangan saja.

Halaman
Show All
Thomas, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan