3 Penyebab Persebaya Gagal Taklukkan Arema FC di Leg Pertama Final Piala Presiden 2019

Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 dengan Arema FC di leg pertama final Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4/2019)

Diterbitkan 10 April 2019, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Laga final Piala Presiden 2019 antara Persebaya Surabaya dan Arema FC berjalan ketat dan menarik. Singo Edan sukses menahan imbang Bajol Ijo dengan skor 2-2 pada leg pertama laga final di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4/2019).

Persebaya dan Arema benar-benar mewujudkan sebuah laga yang ideal di final Piala Presiden 2019. Kejar-mengejar gol diperlihatkan oleh kedua tim dalam pertandingan ini.

Irfan Jaya lebih dulu mencetak gol untuk tuan rumah saat laga baru berjalan delapan menit. Umpan panjang Otavio Dutra mampu dimaksimalkan oleh Irfan untuk mengoyak jala gawang Arema.

Namun, Arema berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-32 setelah sukses merebut bola dan membawanya hingga berhadapan dengan kiper Persebaya, Miswar Saputra. Tembakan keras Hendro tak bisa dibendung oleh kiper muda Persebaya tersebut.

Bermain imbang 1-1 di babak pertama, Persebaya akhirnya kembali unggul pada menit ke-71 lewat eksekusi penalti Damian Lizio. Tim tuan rumah mendapatkan penalti setelah kapten Arema, Hamka Hamzah, dianggap telah melanggar Amido Balde di kotak penalti.

Sayangnya, keunggulan tersebut hanya bertahan selama tujuh menit. Lewat tendangan bebas Makan Konate, Arema mampu kembali membuat kedudukan imbang 2-2 yang bertahan hingga laga berakhir.

Hasil imbang di GBT ini tentu menjadi kerugian bagi Persebaya yang masih harus menjalani leg kedua final Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4/2019). Persebaya datang ke Malang dengan kondisi tim tuan rumah sudah mengemas dua gol tandang dari leg pertama ini sehingga Persebaya tak memiliki pilihan selain menang di depan Aremania.

Melihat permainan Persebaya di leg pertama final Piala Presiden 2019, Bola.com menemukan tiga penyebab Bajul Ijo tidak berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhirnya gagal meraih kemenangan di depan 50 ribu bonek yang memadati GBT.

Manu Jalilov dan Amido Balde Sulit Cetak Gol

Persebaya Surabaya sejauh ini kerap mengandalkan Amido Balde dan Manu Jalilov untuk meraih pundi-pundi gol di Piala Presiden 2019. Kedua pemain asing tersebut pun masih menjadi pilihan utama Djadjang Nurdjaman di laga final yang digelar di depan bonek itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sebelum pertandingan dimulai, Manu Jalilov dan Amido Balde merupakan dua pemain yang telah menyumbangkan lebih dari setengah jumlah gol Persebaya di Piala Presiden 2019. Dari total 15 gol dalam tujuh laga yang dicetak Persebaya, dua pemain tersebut mencetak sembilan gol, di mana Manu Jalilov mengemas lima gol dan memimpin daftar pencetak gol sementara, dan Amido Balde mencetak empt gol. Namun, kedisiplinan para pemain Arema untuk mengawal kedua pemain ini terbukti membuat keduanya kesulitan untuk mencetak gol. Meski kadang kerap bisa melepaskan diri, seperti yang dilakukan Manu Jalilov saat menerima umpan Otavio Dutra di depan gawang Arema, tapi salah antisipasi bola membuat kiper Arema, Kurniawan Kartika Ajie, bisa mengamankan bola. Amido Balde pun harus sampai terjatuh di kotak penalti yang berbuah penalti untuk Persebaya. Pemain asal Guinea-Bissau itu dilanggar oleh kapten Arema, Hamka Hamzah, saat berusaha merangsek masuk ke dalam kotak penalti Singo Edan. Upaya yang digagalkan oleh Hamka itu berbuah gol bagi Persebaya lewat eksekusi penalti Damian Lizio. Sayangnya, dua pemain andalan Persebaya itu akhirnya tak berhasil mencetak satu gol pun di leg pertama final Piala Presiden 2019 dan gagal menyelamatkan timnya dari hasil imbang yang merugikan mereka jelang leg kedua final Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Jonathan Pandapotan Purba, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan