Perbandingan Antarlini Persebaya Vs Arema di Final Piala Presiden 2019

Laga final Piala Presiden 2019 mempertemukan Persebaya Surabaya kontra Arema FC, yang akan berlangsung dua leg.

Diterbitkan 09 April 2019, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kartika Ajie ketika Arema melawan Persita dalam laga Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (13/3/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Otavio Dutra Vs Hamka Hamzah

Kunci Persebaya dan Arema melaju ke final Piala Presiden 2019 tak terlepas dari lini pertahanan yang kukuh. Ada dua sosok yang punya peran penting di masing-masing tim, yakni Hamka Hamzah (Arema) dan Otavio Dutra (Persebaya Surabaya).

Hamka Hamzah tampil dalam lima pertandingan Arema di Piala Presiden 2019. Hamka absen ketika Arema kalah 0-1 dari Persela Lamongan di laga kedua fase grup.

Namun, penampilan Singo Edan pun meningkat setelah menelan kekalahan 0-1 dari Persela Lamongan. Setelah itu, Hamka kembali bermain dan Singo Edan hanya kebobolan satu gol serta mencatatkan tiga kali cleansheet sampai melaju ke final.

Sementara itu, Otavio Dutra bermain empat kali di Piala Presiden 2019. Dutra berhasil membuat lini pertahanan Persebaya sulit ditembus dan sudah dibuktikan yang selalu terhindar dari kekalahan.

Striker Perseru Serui, Turkovic Nedo, berebut bola dengan bek Persebaya Surabaya, Otavio Dutra, pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (2/3). Persebaya menang 3-2 atas Perseru. (Bola.com/Yoppy Renato)

 

Damian Lizio Vs Makan Konate

Persebaya Surabaya dan Arema dikenal memiliki gelandang kreatif pengatur serangan. Di Persebaya ada sosok Damian Lizio. Pemain asal Bolivia itu menjadi motor serangan Bajul Ijo.

Lizio kerap menjadi keran serangan Persebaya di Piala Presiden 2019. Tak jarang, Lizio juga kerap memanjakan pemain Persebaya dengan umpan-umpan akuran baik dari situasi bola mati maupun permainan terbuka.

Tak hanya di Persebaya, Arema juga punya gelandang kreatif, yakni Makan Konate. Tak hanya sebagai pemberi umpan dan keran pengatur serangan, Makan Konate juga bisa diandalkan dalam mencetak gol.

Sejauh ini, pemain asal Mali sudah mencetak tiga gol. Catatan itu membuat Makan Konate masih bisa bersaing untuk meraih sepatu emas Piala Presiden 2019.

Gelandang Arema FC, Makan Konate, merayakan gol ke gawang Bhayangkara FC pada laga perempat final Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (30/3). Bhayangkara kalah 0-4 dari Arema. (Bola.com/Yoppy Renato)

Manuchekhr Jalilov Vs Dedik Setiawan

Persebaya dan Arema memang layak masuk final Piala Presiden 2019. Kedua tim tersebut memiliki penyerang-penyerang tajam yang kerap memberikan tekanan ke lini pertahanan lawan.

Persebaya memiliki pemain sekaliber Manuchekhr Jalilov yang sejauh ini sudah mencetak lima gol. Pemain asal Tajikistan itu bahkan memimpin perburuan gelar pencetak gol terbanyak Piala Presiden 2019.

Meski begitu, Arema FC juga memiliki sosok penyerang tajam bernama Dedik Setiawan. Pemain berusia 24 tahun itu sudah mencetak empat gol, alias terpaut satu gol dari Jalilov.

Dengan demikian, bisa dipastikan perburuan gelar pencetak gol terbanyak Piala Presiden 2019 akan berlangsung sampai akhir. Laga final dengan format dua pertandingan jadi panggung pembuktian Jalilov dan Dedik.

Striker Persebaya Surabaya, Manuchehr Jalilov, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Perseru Serui pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (2/3). Persebaya menang 3-2 atas Perseru. (Bola.com/Yoppy Renato)

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Zulfirdaus Harahap, Windi Wicaksono, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan