Hari Film Nasional dan Atlet MMA Indonesia

Karya-karya film dalam negeri tidak luput pula dinikmati oleh para atlet mixed martial arts One Championship Indonesia.

Diterbitkan 25 Maret 2019, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Menurut saya, film Indonesia sudah semakin bagus. Apalagi ada kerjasama dengan sutradara luar negeri yang sudah berpengalaman, seperti dalam ‘The Raid’. Sedangkan untuk drama, saya suka karya-karya Ernest karena tidak ‘garing’, tidak terlalu kampungan, tapi tetap dapat menyajikan pelajaran atau pesan tertentu dalam film-filmnya.”

“The Golden Boy,” yang meraih kemenangan besarnya pada One: Call To Greatness hari Jumat, 22 Februari, memiliki pesan tersendiri bagi para sineas Indonesia.

“Jangan menjadi seperti sinetron [televisi] yang makin hancur kualitasnya dan jangan jadi plagiat dalam berkarya.”

://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/TMypSzJnt2oUxGH8s1U-gIDNz6M=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2760236/original/071431800_1553490263-RUDY-AGUSTIAN-ASH_2573.jpg" border="0" alt="Rudy “The Golden Boy” Agustian (do One Championship)" />

Sementara itu, satu-satunya atlet wanita Indonesia yang berlaga di gelaran One: Warrior Series 4 bulan Februari lalu di Singapura, Gita Suharsono, sangat menyukai genre film bertema romansa dan drama.

Petarung divisi atomweight yang kini bermukim di Seoul, Korea Selatan ini mengidolakan Gene Kelly; aktor lawas Hollywood yang membintangi banyak film klasik. Ia juga memiliki tiga film terfavorit sepanjang masa.

“Saya sangat menyukai film ‘American in Paris’ dan ‘Singing In The Rain’, karena saya sangat menyukai film-film klasik – apalagi yang dibintangi aktor Gene Kelly,” katanya.

“Begitu pula

dengan film ‘Million Dollar Baby’, karena saya merasa dapat mengerti perjuangan karakter utama yang diperankan aktris Hillary Swank.”

Ternyata, Gita juga memiliki daftar tiga film Indonesia yang paling ia sukai.

“Untuk film Indonesia, saya suka ‘Eiffel I’m In Love’, lalu ‘Ada Apa Dengan Cinta’ dan ‘Dealova’,” imbuhnya.

Atlet yang juga fasih berbahasa Mandarin ini pun berbagi pendapatnya tentang kemajuan film dalam negeri.

“Perkembangan film

Indonesia jelas telah sangat membaik saat ini. Saya sangat suka film dalam negeri, khususnya karya-karya layar lebar. Menurut saya, insan film Indonesia harus berhenti membuat film-film horror yang hasilnya malah jadi klise,” ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • liputan6
    ONE Championship adalah properti media olahraga terbesar dalam sejarah Asia. Berkantor pusat di Singapura, organisasi seni bela diri campura
    One Championships