Saat Balapan MotoGP Panas di Dalam dan Luar Lintasan

Balapan di MotoGP kini tak hanya panas saat di lintasan, antar tim pabrikan saling curiga.

Diterbitkan 22 Maret 2019, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ini mengacu kepada pilihan Yamaha pada seri terakhir MotoGP 2018 yang memakai sebuah alat menyerupai sendok di bagian swingarm. Alat ini berfungsi mengatur cipratan air saat balapan basah.

"Jawaban pada 19 Februari lalu menegaskan alat seperti itu hanya dipakai saat kondisi hujan, jadi kami hentikan keinginan memakai alat yang sama," ujar Rivola seperti dikutip Motorsport.

"Kami bukan hanya memprotes Ducati, kami tak mau menjelek-jelekkan satu pihak. Yang kami permasalahkan itu jawaban email 19 Februari lalu."

Semakin Panas

Protes dari keempat tim membuat kubu Ducati sedih. Soalnya, masalah serupa biasanya dibicarakan secara internal, di antara para pabrikan yang berlaga di MotoGP.

Konfrontasi Ducati dan empat pabrikan dapat pula menandai titik balik hubungan antara para pabrikan yang tergabung dalam MSMA, yakni Asosiasi Pabrikan Motor Sports yang pada 2018 menunjuk CEO Ducati, Claudio Domenicali, sebagai presidennya.

Skuat Borgo Panigale menilai, bahwa protes dan banding berarti perubahan paradigma mengenai penyelesaian masalah teknis, yang hingga kini selalu diperdebatkan secara tertutup di dalam MSMA.

“Kami agak bingung.Sebelum balapan di Qatar, berbagai perselisihan, dan yang begitu banyak, selalu diselesaikan baik dalam MSMA (Asosiasi Pabrikan Motor Sports) atau melibatkan Direktur Teknis," kata bos Ducati Motorsport, Gigi Dall'agna seperti dikutip MotoGP.com.

“Ini pertama kalinya ada tim yang memutuskan untuk mengajukan protes terhadap tim lain berdasarkan keraguan teknis. Ini menandai perbedaan yang jelas dari masa lalu, perbedaan negatif.”

Balapan MotoGP 2019 menjadi tidak kondusif seperti sebelum-sebelumnya. Kini, balapan tidak saja panas di lintasan tapi juga di luar lintasan.

Kedodoran

Di luar masalah protes terhadap winglet Ducati, tim asal Panigale ini disinyalir memang sudah melakukan inovasi yang bagus di motor Desmosedici mereka. Honda Repsol salah satu pihak yang khawatir dengan ini.

Marc Marquez misalnya mengakui Honda saat ini masih khawatir dengan kekuatan mesin Ducati saat melahap trek lurus.

"Kami di Honda terobsesi dengan top speed. Saat kami lihat motor lain lebih cepat ketimbang kami, kami tak akan menolerirnya," kata Marquez.

"Saat Anda punya mesin kuat, ada mekanik dan alat yang bisa pecahkan masalah."

Dalam hal top speed, Andrea Dovizioso malah tidak pernah mencatatkan itu di balapan MotoGP Qatar. Para pembalap Honda justru menguasai top speed di sirkuit Losail.

Menurut Direktur Sport Ducati, Paolo Ciabatti, alasan timnya kalah dalam hal top speed dikarenakan perubahan bentuk fairing.

"Tahun lalu Dovizioso membalap di Qatar tanpa sayap di fairing, ini membuat Anda bisa meraih kecepatan maksimum," ujar Ciabatti.

"Regulasi kini mengharuskan Anda mendesain fairing dengan winglet. Anda tak bisa menghapus pengarunya di beberapa sirkuit. Ini membuat kecepatan kami berkurang," katanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan