Nodai Kemenangan Juventus, Apa Guna VAR?

Kontroversi VAR mewarnai kemenangan Juventus atas AC Milan di Piala Super Italia.

Diterbitkan 17 Januari 2019, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Guardian menyebut dua contoh. Iran mendapat tendangan penalti ketika bola menyentuh tangan bek Portugal Cedric Soares di area terlarang. Namun, ketika bola mengenai lengan bek Argentina Marcos Rojo pada partai versus Nigeria, VAR tidak memberi tendangan 12 pas.

Bantuan Teknologi

VAR merupakan bantuan kesekian untuk meningkatkan kualitas sepak bola. Sebelumnya digunakan teknologi garis gawang demi menentukan terciptanya gol atau tidak.

Sejak dicoba di Belanda pada Eredivisie 2012/2013, negara-negara besar mengadopsi VAR pada beberapa tahun terakhir. Bundesliga Jerman dan Serie A Italia menerapkannya sejak 2017/2018. Sedangkan La Liga Spanyol per 2018/2019.

Liga Primer Inggris akan menggunakan VAR di 2019/2020, dengan UEFA mengumumkan mulai memakainya pada babak gugur Liga Champions musim ini.

Masih Awal

Kenyataannya, VAR masih dalam tahap awal penggunaan. Kesalahan-kesalahan bakal hadir seiring proses perbaikan.

Yang jelas, VAR harus dipertahankan untuk memperbaiki sepak bola. "Dengan VAR, pemain sekarang tahu mereka selalu dalam pantauan dan tidak bisa seenaknya melakukan pelanggaran," ungkap David Elleray, direktur teknis International Football Association Board, organisasi yang menciptakan peraturan dalam sepak bola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan