Ya, kekalahan telak 1-4 yang dialami Indonesia dari Thailand terjadi di pertandingan kedua babak grup, di mana buntutnya adalah pelatih Nandar Iskandar diistirahatkan oleh Manajer Timnas Indonesia saat itu, Muhammad Zein.
Namun, beruntung Indonesia masih bisa melangkah ke semifinal karena berhasil meraih kemenangan telak dalam dua laga lainnya dan menghadapi Vietnam di babak empat besar.
Timnas Indonesia yang sempat unggul lebih dulu atas Vietnam di pertandingan semifinal akhirnya harus memaksakan perpanjangan waktu setelah bermain imbang 2-2 dalam waktu normal 90 menit. Beruntung gol penentu kemenangan diciptakan Gendut Doni pada menit terakhir babak perpanjangan waktu kedua, atau menit ke-120.
Tim Garuda pun melangkah ke final dan akhirnya harus kembali menghadapi Thailand yang meraih kemenangan 2-0 atas Malaysia beberapa jam setelahnya.
Sayangnya mimpi buruk Timnas Indonesia di fase grup kembali terulang di pertandingan puncak yang digelar di Staadion Rajamangala, Bangkok. Thailand kembali melucuti Indonesia dengan skor telak.
Tak tanggung-tanggung, Thailand seperti ingin memperlihatkan bahwa kemenangan mereka atas Indonesia di fase grup bukan kebetulan semata. Kedudukan 4-1 untuk kemenangan Thailand kembali terukir di papan skor, seperti halnya di babak grup.
Worrawoot Srimaka, yang mencetak dua gol ke gawang Indonesia di fase grup, seperti menjadi mimpi buruk bagi Timnas Indonesia di pertandingan final. Striker senior Thailand itu mencetak hattrick pada pertandingan final, membuatnya sukses mengejar Gendut Doni dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Tiger 2000. Baik Srimaka dan Gendut Doni sama-sama mengemas lima gol sepanjang turnamen.
Polemik PSSI
Keberhasilan Timnas Indonesia mencapai pertandingan puncak menjadi sebuah prestasi. Namun, ternyata ada polemik yang sempat terjadi di tubuh Tim Merah-Putih yang tengah berjuang di Thailand saat itu.
Kekalahan Timnas Indonesia dari Thailand di fase grup diikuti dengan keputusan manajer tim, Muhammad Zein, mengistirahatkan sang pelatih kepala, Nandar Iskandar. Keputusan itu pun disetujui oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) yang kala itu dijabat oleh Nurdin Halid. Dananjaya dan Rudi Keljes yang saat itu merupakan asisten pelatih Timnas Indonesia pun menjadi caretaker.

Gejolak di dalam tubuh Timnas Indonesia pun tidak bisa dihindari setelah pulangnya Nandar Iskandar lebih dulu dari Thailand. Permasalahan tersebut pun tidak bisa dimungkiri cukup berimbas kepada performa tim yang tengah bertanding.
Saat itu kabar yang berhembus mengatakan bahwa pengistirahatan Nandar dari posisi pelatih kepala dilakukan karena adanya ketidakcocokan gaya kepelatihannya yang dirasakan oleh para pemain. Selain itu Zein juga mengatakan bahwa Nandar sendiri yang meminta untuk istirahat karena tekanan nonteknis terlalu kuat.
Seperti dilansir Harian Kompas, Nandar mengungkapkan kepada para wartawan di Jakarta bahwa semua kabar miring mengenai dirinya dari Muhammad Zein adalah tidak benar. Zein bahkan juga dinilai berbohong saat mengatakan Nandar meminta istirahat. Besar kemungkinannya adalah karena kekecewaan karena Timnas Indonesia kalah telak 1-4 dari Thailand di pertandingan kedua fase grup.
Namun, kekalahan 1-4 dari Thailand di pertandingan final Piala Tiger 2000 seakan memiliki dua arti. Timnas Indonesia merasakan langsung dampak negatif dari polemik yang terjadi saat itu, dan tentu saja memang Timnas Indonesia kalah kelas ketimbang Thailand terlepas ada atau tidak Nandar Iskandar di posisinya sebagai pelatih kepala.
Data-Fakta
Data Perjalanan Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000
PENYISIHAN
Indonesia Vs Filipina 3-0
Pencetak gol: Aji Santoso 31', Kurniawan Dwi Yulianto 58', Eko Purdjianto 84' (Indonesia)
Indonesia Vs Thailand 1-4
Pencetak gol:Indonesia: Gendut Doni Christiawan 57' (Indonesia); Worrawoot Srimaka 25' 49', Kiatisuk Senamuang 59', Dusit Chalermsan 79' (Thailand)
Indonesia 5-0 Myanmar
Pencetak gol: Gendut Doni Christiawan 43' 57', Uston Nawawi 70', Kurniawan Dwi Yulianto 74' 82' (Indonesia)
SEMIFINAL
Indonesia 3-2 Vietnam
Pencetak gol: Gendut Doni Christiawan 39' 120', Matheus Nurdiantara 75' (Indonesia); Nguyen Hong Son 45', Vu Cong Tuyen 90' (Vietnam)
FINAL
Indonesia 1-4 Thailand
Pencetak gol: Uston Nawawi 20' (Indonesia); Worrawoot Srimaka 14' 18' 32', Tanongsak Prajakkata 65' (Thailand)
Sensasi Gendut Doni
Sosok pemain depan kelahiran 7 Desember 1978 ini menjadi salah satu yang penting dalam skuat Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000. Namun, tahukah Anda bahwa Gendut Doni Christiawan sempat tersisihkan dari Tim Garuda sebelum berangkat ke Thailand?
Gendut Doni kalah bersaing striker-striker lain Miro Baldo Bento, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Bambang Pamungkas yang disukai style bermainnya oleh Nandar Iskandar.
Namun, Bambang akhirnya tidak mendapatkan izin dari EHC Norad, klub asal Belanda yang ia bela saat itu. Gendut Doni pun mendapatkan tempat satu hari sebelum keberangkatan Timnas Indonesia menuju Thailand.
Â
Â
"Semula saya tidak masuk skuat ke Thailand. Namun, saya dipanggil lagi untuk menggantikan posisi Bepe. Akhirnya saya kembali bergabung dengan skuat Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000 sehari sebelum keberangkatan," kisah Gendut Doni kepada Bola.com.
Keputusan Nandar Iskandar memanggil kembali Gendut Doni untuk menggantikan posisi Bambang Pamungkas pun terasa sangat tepat. Gendut Doni mampu memperlihatkan ketajaman yang luar biasa dan bahkan bisa disebut paling agresif di tubuh Tim Merah-Putih saat itu.
Pelatih Timnas Thailand saat itu, Peter White, bahkan menilai kekalahan Vietnam dari Indonesia di pertandingan semifinal karena tim negeri Paman Ho itu tidak memperhitungkan keberadaan Gendut Doni dalam pertandingan tersebut.

"Vietnam kalah karena repot mengurusi Kurniawan tanpa memperhitungkan Gendut Doni yang lebih agresif," ujar Peter White seperti dilansir Harian Pelita, 18 November 2000.
Pendapat Peter White itu memang tidak salah dan berdasarkan kepada pengalamannya. Thailand menjadi tim pertama yang harus merasakan ketajaman seorang Gendut Doni di fase grup. Satu-satunya gol Indonesia ke gawang Thailand, dalam pertandingan kedua babak grup yang berakhir dengan skor 1-4, dicetak oleh Gendut Doni.
Myanmar pun harus merasakan ketajamannya dalam laga terakhir babak grup. Dua gol Gendut Doni, ditambah dua gol Kurniawan dan satu gol dari Uston Nawawi, sukses membuat Timnas Indonesia membungkam Myanmar lima gol tanpa balas.
Vietnam pun harus merasakan kegagalan di semifinal karena Gendut Doni. Pemain yang kemudian ikut mengantar Persija Jakarta meraih juara Liga Indonesia 2001 itu sukses menjadi penyelamat Timnas Indonesia dengan mencetak gol pertama dalam pertandingan itu dan juga gol penentu kemenangan di akhir babak perpanjangan waktu sekaligus menyingkirkan Vietnam dengan skor akhir 3-2.
Tanpa Gendut Doni di laga kontra Vietnam, Indonesia pasti sudah pulang lebih dulu.
Indonesia berhasil ke final dan Gendut Doni menjadi pencetak gol terbanyak sementara dengan lima gol. Namun, Indonesia akhirnya gagal meraih juara karena kalah 1-4 dari Thailand di partai puncak, di mana striker Thailand, Worrawoot Srimaka, mencetak dua gol dan akhirnya mengumpulkan jumlah gol yang sama dengan Gendut Doni. Keduanya pun menjadi Top Scorer bersama Piala Tiger 2000 dengan torehan lima gol.
Sumber: Bola.com
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5112171/original/087854200_1738118537-cek_fakta_hotel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704369/original/091227400_1704193573-PulauGalang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1381898/original/013405100_1477137610-Jejak_Tim_Merah_Putih_di_Piala_AFF_2000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5374238/original/008561100_1759887956-Logo_Timnas_Indonesia_2025.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9333125/original/007959800_1787732872-andre-komentari-herdman-dd7bb4.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7852299/original/025107000_1780675698-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-6.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9280142/original/048378800_1783176153-SaveInta.com_731678902_17980005144020020_9112979853648264020_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330804/original/033575400_1787449483-783831396_1627328628750434_1423935292015629128_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8000917/original/053205700_1780839769-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507720/original/059274500_1771540430-Kiper_Persija_Cyrus_Margono_berlatih_menjelang_laga_PSM_vs_Persija_di_Jakarta_International_Stadium__Jakarta_Pusat.__19_02_2026_..jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522222/original/041796300_1772728586-IMG-20260305-WA0072.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5042638/original/005165100_1733808462-Bergson_da_Silva.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4271864/original/044451000_1671891306-FkvvpM1akAA6hQi.jpg)